Bagi Sinar Mas Menanam dan Merawatnya adalah Bagian Keseharian

Wednesday, 10 February 2010

Jakarta, 10 Februari 2010. Perubahan iklim telah menjadi isu utama yang mendorong seluruh negara-negara di dunia melakukan upaya strategis guna menanggulanginya. Mulai dari program pemerintah hingga beraneka pendekatan, serta inisiatif digagas dan dijalankan. Sektor industri berusaha membangun keberlanjutan mereka dengan semakin ramah lingkungan. Tentu saja langkah perencanaan serta penerapan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR) juga mengakomodasi upaya ini. Terlebih bagi Sinar Mas yang memiliki unit usaha di sektor kehutanan (pulp dan kertas), perkebunan (sawit) serta rilestat dan pengembang, upaya mengedepankan praktik industri yang ramah lingkungan menjadi begitu penting.

“Masih banyak yang melihat kami abai atau belum lama berusaha menjalankan praktik bisnis yang peduli dan ramah lingkungan. Padahal unit-unit usaha kami telah melakukannya sejak awal, karena hanya dengan menyinergikannya dengan pencapaian keuntungan yang memadai beserta kepedulian terhadap masyarakat sekitar, keberlanjutan usaha dapat terbangun dan terjaga,” ujar Ketua Umum Eka Tjipta Foundation (ETF) yang juga Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto.

Penanaman dan perawatan pohon secara berkesinambungan adalah langkah paling efisien dalam menanggulangi perubahan iklim. Di sini Sinar Mas melakukannya tidak hanya sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, tapi juga menjadi bagian dari operasional sejumlah unit usaha. Misalnya dalam pembangunan hutan tanaman untuk memasok bahan baku pabrik pulp dan kertas, dimana lebih dari 1 juta pohon ditanam per hari pada sejumlah lahan kritis atau marjinal. Begitu pula yang dilakukan pada areal konsesi perkebunan sawit. Sementara unit rilestat dan pengembang sejak lama aktif mengembangkan rancang bangun yang ramah lingkungan dengan ruang terbuka hijau yang ideal.

“Tentu saja kami juga membangun sinergi yang kuat, baik bersama pemerintah maupun institusi lain yang memiliki kepedulian serupa. Satu diantaranya melalui dukungan bibit trembesi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini,” tambah Sulistiyanto di sela penyerahan 200 bibit dari ETF dalam kegiatan Bisnis Indonesia Corporate Secretary Forum yang bertajuk “Go Green ! What Whan, Why, Where and How di …, Jakarta.

Sebelumnya, komitmen dan kompetensi Sinar Mas dalam aksi penanaman serta pemeliharaan pohon membuatnya terpilih menjadi salah satu perwakilan sektor industri yang secara simbolik menerima bibit trembesi (Samanea saman) dari Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara Jakarta (13/1). Pusat pembibitan yang dikembangkan unit usaha Sinar Mas di kawasan BSD City, Serpong, Tangerang telah mampu menghasilkan 5.000 bibit siap tanam dan dengan dukungan ETF akan mampu menghasilkan hingga 1.000.000 bibit untuk menanami kawasan seluas sekitar 25 hektar pada kawasan tersebut. Tidak berhenti di BSD, pembibitan dan penanaman juga akan dilakukan di Delta Mas, Bekasi, kemudian diikuti oleh kawasan instalasi produksi di bawah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk., PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills, serta Karawang International Industrial City (KIIC) dan banyak lagi. Pemerintah memang berencana menanam tidak kurang dari 100 juta pohon setiap tahun dimana 10 juta diantaranya adalah trembesi guna mencapai sasaran penanaman hingga 1 miliar pohon trembesi.