Bazaar Minyak Goreng Murah di Kembangan, Jakarta Barat Bagian dari Praktek Agribisnis Terbaik
Friday, 13 November 2009Jakarta, 30 Juni 2009. Penerapan kegiatan corporate social responsibility (CSR) perusahaan dalam bentuk dukungan atas program stabilisasi harga minyak goreng yang diinisiasi pemerintah mengharuskan adanya komitmen, konsistensi serta determinasi yang tinggi, terlebih pada saat harga minyak goreng sebagai kebutuhan pokok masyarakat masih dirasakan terlalu tinggi, sehingga bazaar minyak goreng murah harus mampu menjangkau setiap pelosok wilayah yang membutuhkan pasokan secara berkesinambungan.
Meski tidak sederhana, Sinar Mas melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (PT SMART Tbk.) memilih jalur ini sejak lama. Yang menjadi pertimbangan utama, sebagai industri perkebunan sawit berkelanjutan, perusahaan senantiasa mengedepankan prinsip praktek agribisnis terbaik berpedoman pada kaidah Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sebagai sebuah wahana global yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam industri sawit, RSPO mengharuskan seluruh anggotanya untuk menyelaraskan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam upaya memenuhi kebutuhan dunia terhadap minyak sawit yang terus meningkat. Selain itu pola ini juga sinergis dengan prinsip keberlanjutan usaha Sinar Mas.
“Sebagai sebuah industri yang beroperasi berdasarkan prinsip agribisnis terbaik sesuai kaidah RSPO, PT SMART Tbk. selalu menyandingkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan guna mencapai produksi minyak sawit yang lestari. Satu pendekatan diantaranya adalah melalui kegiatan bazaar minyak goreng yang kami jadikan bagian dari program CSR (corporate social responsibility) perusahaan sejak tahun 2005 silam. Tujuannya guna membantu masyarakat luas mendapatkan minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto secara terpisah.
Sepanjang empat tahun terakhir, Sinar Mas mengandalkan produk bermerek Filma dan Kunci Mas dalam berbagai operasi pasar serta bazaar, termasuk hingga digunakannya merek “Minyakita” secara resmi pada akhir Januari lalu, khususnya dalam kegiatan di lokasi yang belum terjangkau produk “Minyakita”. Tahun ini tercatat telah terdistribusikan lebih dari 380 ribu liter minyak goreng. Sementara sebelumnya, sejak dari tahun 2005 hingga 2008, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 26,5 juta liter minyak goreng bagi warga masyarakat kurang mampu, baik melalui kegiatan bazar serta operasi pasar di berbagai kota sebagai bagian dari kegiatan CSR sekaligus dukungan atas program stabilisasi harga.
Kali ini bazaar yang mendapat dukungan dari Smart Telecom dan bermitra dengan Pemerintah Kodya Jakarta Barat di gelar Kantor Kecamatan Kembangan, Jl. Kembangan Baru, Jakarta Barat memberi kesempatan bagi warga untuk membeli minyak goreng kemasan seharga Rp 7.000 per liter. Keseluruhan, dalam kegiatan yang dihadiri oleh Walikotamadya Jakarta Barat, HM Djoko Ramadhan beserta perwakilan manajemen Sinar Mas, disalurkan sebanyak 5.000 liter minyak goreng.
“Kami berharap harmoni antara aspek kegiatan usaha yang melibatkan para pemegang saham, karyawan, konsumen, pemerintah, lingkungan dan sudah pasti masyarakat, mampu membangun dan memelihara keberlanjutan usaha. Sebagai bagian dari CSR, pendistribusian minyak goreng harus berada pada lokasi yang tepat, menjangkau khalayak yang paling membutuhkan. Itu sebabnya kami melibatkan seluruh unit usaha yang tersebar di berbagai kota termasuk bermitra dengan berbagai pihak,” ujar G. Sulistiyanto. Sinar Mas selalu meyakini jika kemitraan dan koordinasi adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi kondisi serta dinamika yang beragam di lapangan.
Dengan komitmen untuk selalu peduli terhadap sesama yang terjaga dan berkelanjutan, Sinar Mas berharap stabilisasi harga berikut ketersediaan pasokan minyak goreng segera tercapai dan tidak ada lagi masyarakat yang terbebani © 2009