Bazaar Minyak Goreng Murah di Universitas Brawijaya, Malang Bagian dari Praktek Agribisnis Terbaik

Wednesday, 16 December 2009

Malang,12 Juni 2009. Membangun industri perkebunan sawit berkelanjutan mendorong Sinar Mas melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (PT SMART Tbk.) mengembangkan sektor ini dengan mengedepankan prinsip praktek agribisnis terbaik berpedoman pada kaidah Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sebagai sebuah wahana global yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam industri sawit, RSPO mengharuskan seluruh anggotanya untuk senantiasa menyelaraskan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam upaya memenuhi kebutuhan dunia terhadap minyak sawit yang terus meningkat.

Salah satu cara yang dipilih Sinar Mas adalah dengan menyinergikan aktivitas corporate social responsibility (CSR) perusahaan dengan program stabilisasi harga minyak goreng yang diinisiasi pemerintah. “Sebagai sebuah industri yang beroperasi berdasarkan prinsip agribisnis terbaik sesuai kaidah RSPO, PT SMART Tbk. selalu menyandingkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan guna mencapai produksi minyak sawit yang lestari. Satu pendekatan diantaranya adalah melalui kegiatan bazaar minyak goreng yang kami jadikan bagian dari program CSR (corporate social responsibility) perusahaan sejak tahun 2005 silam. Tujuannya guna membantu masyarakat luas mendapatkan minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto.

Bermitra dengan Universitas Brawijaya dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), bazaar memberi kesempatan bagi warga untuk membeli minyak goreng kemasan seharga Rp 7.000 per liter. Pada kegiatan yang juga di dukung Smart Telecom dan dihadiri Rektor Universitas Brawijaya, Yogi Sugito, didampingi Presiden Direktur Smart Telecom, Sutikno Wijaya, akan disalurkan sebanyak 5.000 liter minyak goreng.

“Kami berharap melalui harmoni antara aspek kegiatan usaha yang melibatkan para pemegang saham, karyawan, konsumen, pemerintah, lingkungan dan sudah pasti masyarakat, mampu membangun dan memelihara keberlanjutan usaha. Sebagai bagian dari CSR, pendistribusian minyak goreng harus berada pada lokasi yang tepat, menjangkau khalayak yang paling membutuhkan. Itu sebabnya kami melibatkan seluruh unit usaha yang tersebar di berbagai kota serta bermitra dengan berbagai potensi masyarakat seperti hari ini,” ujar G. Sulistiyanto. Sinar Mas selalu meyakini jika kemitraan dan koordinasi adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi kondisi serta dinamika yang beragam di lapangan.

Sepanjang empat tahun terakhir, Sinar Mas mengandalkan produk bermerek Filma dan Kunci Mas dalam berbagai operasi pasar serta bazaar, termasuk hingga digunakannya merek “Minyakita” secara resmi pada akhir Januari lalu, khususnya dalam kegiatan di lokasi yang belum terjangkau produk “Minyakita”. Tahun ini tercatat telah terdistribusikan lebih dari 341 ribu liter minyak goreng. Sementara sebelumnya, sejak dari tahun 2005 hingga 2008, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 26,5 juta liter minyak goreng bagi warga masyarakat kurang mampu, baik melalui kegiatan bazar serta operasi pasar di berbagai kota sebagai bagian dari kegiatan CSR sekaligus dukungan atas program stabilisasi harga.

Dengan komitmen untuk selalu peduli terhadap sesama yang terjaga dan berkelanjutan, Sinar Mas berharap stabilisasi harga berikut ketersediaan pasokan minyak goreng – sebagai salah satu dari sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat – segera tercapai dan tidak ada lagi masyarakat yang terbebani © 2009