Feed The World - Mendorong Industri Pangan Nasional Menjadi Primadona Dunia
Wednesday, 03 June 2009Pertambahan penduduk dunia yang terjadi di tengah ancaman perubahan iklim global menjadikan ketahanan pangan sebagai sebuah isu utama dunia. Seluruh negara di dunia berusaha mencari terobosan baru untuk menjaga ketahanan pangan mereka. Namun lebih dari sekadar membangun ketahanan pangan, sejumlah negara dengan potensi serta keunggulan komparatif mereka justru mendapatkan kesempatan dalam berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan dunia.
Indonesia dengan segala potensi dan keunggulan komparatif tadi, sebenarnya adalah satu dari sedikit negera yang mampu mengambil peran dalam pengembangan sektor pangan sekaligus mengontribusikannnya pada pemenuhan pangan warga dunia. Dengan iklim tropis pengembangan industri berbasis pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan yang dilakukan secara terintegrasi dan inovatif diyakini akan menghasilkan beragam komoditas pangan yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Ketersediaan lahan serta lautan yang luas serta kaya, tenaga kerja produktif melimpah serta posisi geografis Indonesia yang strategis, menjadikan optimalisasi pada komoditas yang selama ini sudah – seperti minyak sawit, kopi, teh, coklat dan banyak lagi – atau berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia lebih mudah dilakukan.
Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Agribisnis, Pangan & Kehutanan (APK) dan Bidang Kelautan, Perikanan & Peternakan (KPP) menginisiasi terobosan dalam revitalisasi industri pangan nasional melalui gelaran seminar dan pameran pangan bertajuk “Feed The World” dengan tema “Menuju Swasembada yang Kompetitif dan Berkelanjutan serta Mendorong Produk-produk Unggulan Menjadi Primadona Dunia”. Seminar yang digelar pada tanggal 12-14 Oktober 2009 di Jakarta Convention Centre (JCC) direncanakan dibuka oleh Presiden RI dengan melibatkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri (FAO dan Bank Dunia).
Seminar juga akan diperkuat dengan 6 simposium pendahuluan sepanjang bulan Mei hingga Agustus terkait kondisi serta potensi pengembangan beragam komoditas unggulan, seperti beras, gula, jagung dan kedelai, sawit, peternakan dan perikanan, serta komoditas holtikultura. Kemudian akan dilanjutkan dengan lokakarya berbentuk dialog antara para pakar dan kalangan pengusaha seputar konsep Feed The World.
Rangkaian kegiatan ini menjadi penting karena optimalisasi sektor pangan nasional – termasuk menjadikannya kontributor Feed The World – selama ini masih harus menghadapi sejumlah isu pokok seperti :
tumpang tindih alokasi lahan / tata ruang yang masih membutuhkan dukungan dari lembaga / instansi pemerintahan secara terkait dan koordinatif
- keterbatasan infrastruktur pendukung
- pendanaan pertanian yang belum melembaga dan masih bersifat ad hoc (seperti skema kredit untuk petani, subsidi bunga bank, bantuan subsidi pupuk dan benih, dsb), sehingga membutuhkan keberadaan lembaga perbankan pertanian dan pangan yang mampu menjamin ketersediaan pendanaan
- kebutuhan akan adanya kebijakan yang mendukung pencapaian peningkatan program ketahanan pangan, termasuk program Feed The World (di bidang teknologi, penelitian dan pengembangan, serta pengembangan pasar)
Melalui rangkaian kegiatan tadi, diharapkan dapat disusun Road Map ketahanan pangan menuju Feed The World yang secara umum berisikan proyeksi produksi pangan jangka pendek periode 2009-2014 dan jangka panjang periode 2009-2030 berikut strategi serta upaya yang dapat ditempuh dan dukungan yang dibutuhkan untuk mencapai target produksi tersebut. Sehingga pada akhirnya kita – bangsa Indonesia – mampu mendapatkan solusi yang tepat bagaimana menjadikan industri pangan Indonesia dengan produk-produk unggulannya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional tapi juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan regional maupun dunia.