Kelapa Sawit Mendorong Kemakmuran Bangsa

Wednesday, 08 September 2010

Jakarta , 7 September 2010. Sepanjang empat tahun terakhir, Sinar Mas telah melakukan operasi pasar serta bazar minyak goreng murah bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, TNI, POLRI, Pemerintahan serta Tokoh Masyarakat lainnya di berbagai kota sebagai bagian dari kegiatan CSR sekaligus dukungan atas program stabilisasi harga. Hingga 2009, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro dalam acara Bazaar Minyak Goreng Murah “bagi Karyawan dan Prajurit di Kementerian Pertahanan RI sangat berterima kasih kepada Sinar Mas yang telah memberikan produk terbaiknya berupa minyak goreng yang ramah lingkungan dengan harga yang sangat murah.“

Dalam acara kali ini Sinar Mas bermitra dengan Walikota Jakarta Utara bertempat di Lapangan Vila Gading Indah, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, menyediakan 5.000 liter minyak goreng kemasan seharga Rp 7.500 per liter dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dr. H.R. Agung Laksono , Walikota Jakarta Utara Bambang Soegiono, SE, MSi dan Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto.

Kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng, dibanding produk minyak nabati dunia lainnya seperti minyak rafa (Rapeseed Oil), minyak kedelai serta minyak bunga matahari terlihat sangat menonjol dan kompetitif, dan telah membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pangan, industri ini menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih kurang 4.5 juta jiwa (hampir 2 kali penduduk Singapura),Pada tahun 2009, minyak kelapa sawit memberikan kontribusi ekspor sebesar AS$10,4 milyar atau 11% dari total ekspor non-migas nasional. Komoditas ini juga menjadi komponen penting dalam produk turunan yang luas, mulai dari bahan pangan, industri eleokimia, kosmetik hingga sumber energi terbarukan (Biofuel). Bahkan USDA – Departemen Pertanian Amerika Serikat telah mengakui secara resmi bahwasannya minyak sawit sebagai minyak makan yang sehat dan bebas trans fat. Dari sisi lingkungan, hamparan kebun sawit yang terbentang luas ditanam di lahan yg sudah rusak (lahan terdegradasi) merupakan cara efektif melawan pemanasan global karena kebun sawit menjadi sumber O2 dan berperan sebagai filter penyerap CO2 untuk disimpan di batang, serat, biji dan daunnya, adalah sebuah keunggulan sawit lainnya.

Dengan kondisi ini wajar jika industri kelapa sawit terus menghadapi kritikan dan tudingan-tudingan secara sistematis untuk melemahkan keunggulan dan daya saingnya. Antara lain melalui isu deforestasi dan pemanasan global yg gencar ditudingkan beberapa LSM asing kepada Sinar Mas. Namun karena industri ini selalu mengikuti ketentuan perundangan pemerintah Indonesia, adanya upaya pola pengembangan sawit lestari serta kegiatan konservasi lahan dan ekosistem lingkungan yang terus dilakukan, semua tudingan tersebut akhirnya terjawab dengan sendirinya. Khususnya setelah adanya hasil audit tim independen internasional yang telah membantah berbagai tudingan yang dibuat secara sistematis oleh LSM asing kepada Sinar Mas. Seyogyanya setelah proses audit tersebut selesai, berbagai tudingan demi persaingan global yang dibalut isu lingkungan tersebut patut diabaikan.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Tokoh masyarakat dan Anggota Legislatif DPD – RI ,Dhany Anwar dan Ketua Umum Yayasan Green Network Indonesia, Transtoto Handadhari dalam acara Ramadhan Hijau yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu “Kami percaya Sinar Mas adalah industri yang selalu menyandingkan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial untuk mencapai proses produksi yang berkelanjutan dalam menghasilkan produk berkualitas yang dibutuhkan masyarakat, Kami juga meyakini tidak lah benar jika minyak yang dihasilkan dari kebun kelapa sawit menjadi faktor pemanasan global. Dalam melaksanakan Bazar minyak goreng murah kami pilih produk yang sudah terkenal seperti Sinar Mas karena sudah dijamin dan terbukti dari hasil auditing bahwa produk minyak sawit Sinar Mas berasal dari hasil produksi tanaman perkebunan yang dipastikan tidak merusak lingkungan ataupun melanggar peraturan pemerintah”

Habib Ali ,Tokoh Agama di daerah Tanah Abang juga mengucapkan terima kasih kepada Sinar Mas yang telah melaksanakan program Ramadhan Hijau yang salah satunya dalam bentuk bazaar minyak goreng murah, ini adalah manfaat nyata yang langsung kami dapatkan dari Sinar Mas dan tentunya sangat membantu meringankan bagi warga dan masyarakat di sekitar Tanah Abang.

“Dunia tetap akan percaya praktek produksi sawit lestari di Indonesia dan tetap akan membutuhkan manfaat kelapa sawit untuk pertumbuhan ekonomi, melawan pemanasan global serta membantu kesejahteraan masyarakat seperti yang kita lihat dalam bazar migor murah ini,” ujar Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto.

Sinar Mas selalu meyakini bahwa kemitraan dengan berbagai lembaga adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang beragam. Dengan komitmen untuk selalu peduli terhadap sesama serta kelestarian lingkungan yang terjaga dan berkelanjutan, Sinar Mas berharap semakin banyak lagi masyarakat Indonesia yang sejahtera.