Kelapa Sawit Sumber Kesejahteraan dan Kemakmuran Bangsa

Wednesday, 25 August 2010

Cilangkap, 25 Agustus 2010; Sepanjang empat tahun terakhir, Sinar Mas telah melakukan operasi pasar serta bazar minyak goreng murah bekerjasama dengan LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT, TNI, POLRI, Pemerintahan serta Tokoh Masyarakat lainnya di berbagai kota sebagai bagian dari kegiatan CSR sekaligus dukungan atas program stabilisasi harga. Hingga 2009, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng UNTUK MEMBANTU masyarakat kurang mampu.

Dalam acara kali ini Sinar Mas bermitra dengan TNI bertempat di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur menyediakan 10.000 liter minyak goreng kemasan seharga Rp 7.500 per liter dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso beserta Ibu Angky Djoko Santoso dan Direktur Sinar Mas Yan Partawijaya.

Dengan kegiatan ini Sinar Mas ingin menunjukan bahwa dirinya selalu menyandarkan diri pada kaidah keberlanjutan usaha dengan menyelaraskan aspek pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan dengan kesejahteraan sosial masyarakat. Sejauh ini kelapa sawit telah membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pangan, industri ini menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih kurang 4.5 juta jiwa (hampir 2 kali penduduk Singapura)

Pada tahun 2009, minyak kelapa sawit memberikan kontribusi ekspor sebesar AS$10,4 milyar atau 11% dari total ekspor non-migas nasional. Dibanding produk minyak nabati dunia lainnya SEPERTI MINYAK RAPA (RAPESEED OIL), MINYAK KEDELAI, MINYAK BUNGA MATAHARI, DLL keunggulan sawit terlihat sangat menonjol dan kompetitif, terlebih komoditas ini menjadi komponen penting dalam produk turunan yang luas, mulai dari bahan pangan, INDUSTRI OLEOKIMIA, kosmetik hingga sumber energi terbarukan (Biofuel). Bahkan USDA – Departemen Pertanian Amerika Serikat telah mengakui secara resmi bahwasannya minyak sawit sebagai minyak makan yang sehat dan bebas trans fat.

Dari sisi lingkungan, hamparan kebun sawit yang terbentang luas ditanam di lahan yg sudah rusak (lahan terdegradasi) merupakan cara efektif melawan pemanasan global karena kebun sawit menjadi sumber O2 dan berperan sebagai filter penyerap CO2 untuk disimpan di batang, serat, biji dan daunnya, adalah sebuah keunggulan sawit lainnya.

Dengan kondisi ini wajar jika industri kelapa sawit terus menghadapi kritikan dan tudingan-tudingan secara sistematis untuk melemahkan keunggulan dan daya saingnya. Antara lain melalui isu deforestasi dan pemanasan global yg gencar ditudingkan beberapa LSM asing kepada Sinar Mas.

Namun karena industri ini selalu mengikuti ketentuan perundangan pemerintah Indonesia, adanya upaya pola pengembangan sawit lestari serta kegiatan konservasi lahan dan ekosistem lingkungan yang terus dilakukan, semua tudingan tersebut akhirnya terjawab dengan sendirinya. Khususnya setelah adanya hasil audit tim independen internasional YANG TELAH MEMBANTAH berbagai tudingan yang dibuat secara sistematis oleh LSM asing kepada Sinar Mas.

Seyogyanya setelah proses audit tersebut selesai, berbagai tudingan demi persaingan global yang dibalut isu lingkungan tersebut patut diabaikan. “Dunia tetap akan percaya praktek produksi sawit lestari di Indonesia dan tetap akan membutuhkan manfaat kelapa sawit untuk pertumbuhan ekonomi, melawan pemanasan global serta membantu kesejahteraan masyarakat seperti yang kita lihat dalam bazar migor murah ini,” ujar Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto di tempat terpisah.

Sinar Mas selalu meyakini bahwa kemitraan dan koordinasi adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang beragam. Dengan komitmen untuk selalu peduli terhadap sesama serta kelestarian lingkungan yang terjaga dan berkelanjutan, Sinar Mas berharap semakin banyak lagi masyarakat Indonesia yang sejahtera.