Kemitraan ITB dan Sinar Mas Menciptakan Eco-Technopreneur
Wednesday, 27 January 2010Bekasi, 27 Januari 2010. Era globalisasi menjadikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berada pada barisan terdepan yang paling menentukan arah dan posisi suatu bangsa dalam komunitas dunia. Seluruh negara, termasuk Indonesia saling berlomba melakukan beragam terobosan dan inisiatif dengan mengoptimalisasi seluruh sumberdaya yang mereka miliki. Sektor industri sebagai salah satu pengguna terbesar ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) bersinergi melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara terkoordinasi sehingga nantinya tidak sekadar mengaplikasikan, tapi juga mampu memberikan arahan berharga dalam pengembangan iptek. Seluruhnya bermuara pada dihasilkannya produk dan jasa yang inovatif sesuai kebutuhan pengguna, ramah lingkungan, sekaligus berdaya saing internasional. Pada sisi yang lain, lingkungan akademik diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan melalui inovasi baru yang aplikatif dan efektif, termasuk menjawab kebutuhan sektor industri selaras dengan upaya menanggulangi dampak perubahan iklim.
Salah satu jawabannya muncul melalui keberadaan Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) di Kota Delta Mas, Bekasi, Jawa Barat yang hari ini menggelar “Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru” dan Pidato Ilmiah Ketua Dewan Pembina Yayasan ITSB, M. Hatta Rajasa” berikut acara penandatanganan Akte Yayasan ITSB dan nota kesepahaman Yayasan ITSB, ITB dan unit usaha Sinar Mas, PT Binasarana Muliajaya. Melalui kampus ini, ITB sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi dengan tradisi pengembangan iptek tertua dan terkemuka di Indonesia berharap mampu membangun interaksi yang lebih produktif dan efisien bersama sektor industri nasional dan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bekasi. Keberadaan institusi pendidikan dan riset di Bekasi – yang telah berkembang menjadi kawasan industri terbesar di Indonesia – diarahkan guna memunculkan beragam inovasi dan ide baru yang mampu menjadi motor penggerak sektor industri ramah lingkungan. Lebih jauh lagi, berdirinya sebuah kampus riset juga diarahkan untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia dengan kapasitas penguasaan iptek yang andal berikut naluri wirausaha yang tajam atau technopreneur. Seluruhnya diarahkan tidak hanya untuk mendorong percepatan pengembangan kawasan dan kesejahteraan masyarakat di Bekasi dan sekitarnya, namun di penjuru negeri.
Sinar Mas yang memandang peningkatan daya saing industri salah satunya bertumpu pada sumber daya manusia berkualitas, merasa terpanggil menjadi mitra ITB dalam mencapai tujuan besar ini melalui PT Binasarana Muliajaya yang berkomitmen memberikan dukungan sarana dan prasarana bagi ITSB sebagai “Eco Industry Oriented University“ pertama di Indonesia. “Peran aktif kami dilandasi keyakinan jika ITSB akan mampu berkontribusi pada upaya kita menjadikan Indonesia bangsa yang berdaulat dari sisi ilmu pengetahuan, teknologi, industri, ekonomi serta sosial dan lingkungan. Seluruhnya dilakukan melalui sinergi yang kokoh antara pemerintah, lingkungan pendidikan tinggi serta sektor industri seperti yang kita lakukan hari ini,“ ujar Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto di sela rangkaian acara yang terpusat di ruang KH. Noer Alie, Gedung Bupati Lt. 4. Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi dan melibatkan pula Rektor ITB, Djoko Santoso, Wakil Rektor ITB Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan, Indratmo Soekarno, Ketua Yayasan ITSB, B. Kombaitan dan para anggota Dewan Pembina Yayasan lainnya, Bupati Bekasi, H. Sa’duddin beserta jajaran Muspida terkait, kalangan industri dan Ikatan Alumni ITB.
Seleksi dan penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2009/2010 telah dimulai sejak tahun lalu, dimana seluruh mahasiswa diploma 3 dan strata 1 dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Program Studi Teknik Perminyakan dan Program Studi Desain Produk Industri, mendapatkan pengajaran dari pada akademisi ITB.