ITSB Kota Delta Mas, Sinergi Menuju Kedaulatan Iptek

Rabu, 16 Desember 2009

Era globalisasi menjadikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berada pada barisan terdepan yang paling menentukan arah dan posisi suatu bangsa dalam komunitas dunia. Seluruh negara, termasuk Indonesia saling berlomba melakukan beragam terobosan dan inisiatif dengan mendayagunakan seluruh sumberdaya yang mereka miliki, melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sektor industri sebagai salah satu pengguna terbesar ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) bersinergi sehingga nantinya tidak sekadar mengaplikasikan, tapi juga mampu memberikan masukan dan arahan berharga dalam pengembangan iptek, supaya tetap dapat menghasilkan produk dan jasa yang inovatif sesuai kebutuhan pengguna, ramah lingkungan, sekaligus berdaya saing internasional. Pada sisi yang lain, lingkungan kampus diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan melalui inovasi baru yang aplikatif dan efektif, termasuk menjawab kebutuhan sektor industri.

Salah satu jawabannya muncul dengan segera dimulainya perkuliahan di Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) di Kota Delta Mas, Bekasi, Jawa Barat. Melalui kampus ini, ITB sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi dengan tradisi pengembangan iptek tertua dan terkemuka di Indonesia berharap mampu membangun interaksi yang produktif dan efisien bersama sektor industri nasional dan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bekasi. Keberadaan institusi pendidikan dan riset di Bekasi – yang telah berkembang menjadi kawasan industri terbesar di Indonesia – diarahkan guna memunculkan beragam inovasi dan ide baru yang mampu menjadi motor penggerak sektor industri. Lebih jauh lagi, berdirinya sebuah kampus riset juga diarahkan untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia yang bergerak pada bidang industri kreatif dan iptek yang pada akhirnya mampu membuat kawasan Bekasi dan sekitarnya berkembang semakin baik.

Sinar Mas yang memandang peningkatan daya saing industri salah satunya bertumpu pada sumber daya manusia berkualitas, merasa terpanggil menjadi mitra ITB dalam mencapai tujuan besar ini. Setelah sebelumnya melalui PT Pembangunan Delta Mas sebagai pengembang kawasan hunian Kota Delta Mas, menghibahkan lahan seluas sekitar 42 hektar dalam areal fasilitas sosial dan umum mereka guna pengembangan Kampus Riset Industri ITB senilai Rp 980 miliar di Jl. Tol Jakarta – Cikampek km 37, Kecamatan Cikarang yang terdiri atas Pusat Rekayasa Industri, Pusat Inkubasi Bisnis, Pusat Administrasi dan Politeknik Industri yang diprakarsai ITB dan Pemkab Bekasi bagi para mahasiswa strata 2 dan 3. Kini dukungan atas keberadaan ITSB sebagai “Industry Oriented University“ pertama di Indonesia bagi para mahasiswa diploma 3 dan strata 1 akan semakin memperkokoh sinergi menuju keberdaulatan iptek. Memfasilitasi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Program Studi Teknik Perminyakan dan Program Studi Desain Produk Industri, ITSB akan diperkuat para akademisi dan guru besar ITB sebagai pengajar.

Berada di bawah Yayasan ITSB dengan M. Hatta Rajasa sebagai Ketua Dewan Pembina, penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2009/2010 telah dimulai pada bulan Agustus lampau hingga 16 September mendatang. Mereka yang berhasil bergabung akan memulai perkuliahan pada tanggal 28 September. Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pengembangan sumber daya manusia, ke 4 program studi yang ada masing-masing menyediakan 10 bea siswa bagi para mahasiswa yang memiliki kemampuan akademis memadai namun barasal dari keluarga yang kurang mampu, berikut kesempatan luas bagi para mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan mereka di ITB.

“Berdirinya ITSB menunjukkan upaya menjadi sebuah bangsa yang berdaulat dari sisi ilmu pengetahuan, teknologi, industri dan ekonomi dapat dilakukan dengan membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, lingkungan pendidikan tinggi serta sektor industri. Berawal dari Kota Delta Mas, kita percaya kelak muncul sumber daya manusia berdaya saing internasional dengan aneka inovasi di bidang industri dan manufaktur,“ ujar Rektor ITB, Djoko Santoso.