Melalui Nota Kesepahaman ETF dan PB PGRI ETF Dukung Pengembangan Kualifikasi Guru

Rabu, 16 Desember 2009

Jakarta, 4 September 2009. ETF membangun kemitraan dengan PB PGRI guna memperluas akses bagi para pendidik meningkatkan kualifikasi dan kemampuan profesional mereka.

Kesadaran bahwa pendidikan adalah milik dan untuk semua orang, menginspirasi Eka Tjipta Foundation (ETF) untuk membangun inisiatif dan kepedulian pada pengembangan sektor pendidikan secara berkesinambungan dan menyeluruh, sebagai rangkaian program corporate social responsibility. Secara berimbang, pengembangan pendidikan pastinya tidak hanya ditujukan kepada peserta didik semata, namun juga menyentuh para pendidik.

Hal tersebut, satu diantaranya diimplementasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman “Kerjasama Peningkatan Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Guru” antara ETF yang diwakili oleh G. Sulistiyanto selaku Ketua Umum dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) yang diwakili Ketua Umum nya, Dr. Sulistiyo, M.Pd di Ruang Indonesia, Lantai Dasar Gedung PGRI, Jl Tanah Abang III No 24, Jakarta. Melalui momentum ini, ke depan para pendidik mendapatkan kesempatan yang memadai guna meningkatkan kualifikasi dan kemampuan profesional mereka guna merespon kebutuhan serta dinamika dunia pendidikan nasional di tengah arus globalisasi.

Kerjasama akan meliputi aspek pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian masyarakat serta manajemen sekolah dengan kemitraan yang bersifat terbuka, disertai evaluasi secara ketat dan berkala. Sehingga dari sana para pihak terkait akan memperoleh manfaat yang maksimal dari kegiatan ini, seluruhnya bermuara pada pencapaian optimalisasi pendidikan, dimana para pendidik akan mampu menghasilkan pribadi dengan keseimbangan kualitas intelektual, mental, integritas bahkan moral sebagai bekal menghadapi beraneka tantangan dan perubahan di hadapan mereka.

Selama ini dengan berkoordinasi melibatkan berbagai unit usaha di lingkup Sinar Mas dan tidak kurang dari 30 perguruan tinggi di seluruh penjuru nusantara, ETF telah mendistribusikan bea siswa Tjipta Sarjana Bangun Desa bagi 2.018 peserta, guna menjaring sumber daya manusia berkualitas dan berintegritas tinggi untuk membangun desa sekaligus meningkatkan jumlah lulusan siswa sekolah menengah atas yang berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi. ETF juga memberikan kesempatan kepada para pribadi dengan minat pada dunia penulisan panjang untuk mengasah kemampuan mereka melalui Kursus Jurnalisme Naratif selama tiga bulan. Para lulusan kursus yang umumnya berlatar belakang aktivis sosial kemasyarakatan juga berkesempatan mendapatkan Beasiswa Liputan yang memungkinkan mereka untuk melakukan liputan panjang, tentunya jika proposal reportase mereka dinyatakan lolos seleksi. Saat ini kursus telah berlangsung sebanyak tiga gelombang dengan keseluruhan mencapai 56 orang peserta, dimana 7 orang diantaranya berhasil mendapatkan Beasiswa Liputan. Sementara sinergi dengan Indonesian Heritage Foundation (IHF), dilakukan dalam bentuk kegiatan “Penerapan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter” di sejumlah taman kanak-kanak yang membekali para guru dengan metode pengembangan karakter siswanya secara utuh dan menyeluruh dalam sebuah lingkungan belajar yang kondusif, mengedepankan partisipasi aktif para siswa.

”Pengembangan pendidikan pada dasarnya tidak dapat meninggalkan aspek para pendidik, karena mereka adalah bagian tak terpisahkan dari pendidikan secara keseluruhan. Itu sebabnya ETF selalu berusaha menciptakan keberimbangan dalam seluruh program pengembangan pendidikan yang dijalankan selama ini sekaligus terus membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Satu diantaranya melalui penandatanganan nota kesepahaman hari ini,” ujar Ketua Umum ETF, G. Sulistiyanto. © 2009