Ramadhan Hijau Sinar Mas dengan Yayasan Green Network Indonesia Melaksanakan Bazaar Minyak Goreng Murah & Wakafkan Al-Quran
Selasa, 31 Agustus 2010Tanah Abang, 30 Agustus 2010, Setiap kali Bulan Ramadhan datang, Sinar Mas selalu ikut menyemarakan bulan suci penuh berkah ini dengan berbagai kegiatan sosial yg menyentuh sisi sosial dan spiritualitas masyarakat. Seperti tahun sebelumnya, Sinar Mas kembali menyelenggarakan program wakaf Al-Quran kepada sejumlah mesjid, pesantren dan panti asuhan serta bazaar minyak goreng murah bekerjasama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah maupun tokoh masyarakat, di berbagai kota sebagai bagian dari kegiatan CSR.
Pada hari ini, kepedulian Sinar Mas dilaksanakan bersama Yayasan Green Network Indonesia dengan memberi kesempatan bagi warga di Jl. Pala I Tanah Abang, Jakarta untuk membeli minyak goreng murah kemasan dengan harga Rp 7.500 per liter . Selain menyediakan 5000 liter minyak goreng kemasan, Sinar Mas juga akan mewakafkan 250 Mushaf Al-Quran yang dicetak menggunakan Qur’an Paper (QPP) Sinartech, yang dikembangkan secara khusus oleh Sinar Mas untuk kebutuhan produksi kitab suci Al Quran serta buku-buku keagamaan. QPP adalah kertas halal, dibuat dari serat kayu yang berasal dari Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola sesuai aturan.
QPP mampu mendukung pembuatan Al Qur’an berkualitas dengan hasil cetak tidak berbayang walaupun kertas sangat tipis, daya serap terhadap tinta yang baik tidak belobor sehingga ayat-ayat tetap terbaca jelas dan benar serta warna kertas yang ideal dan tidak melelahkan mata pembacanya. Karena kualitasnya tersebut, kertas ini sekarang banyak digunakan oleh penerbit Al Quran dan buku keagamaan di dalam dan luar negeri
Acara ini dihadiri Ketua Umum Green Network Indonesia Transtoto Handadhari, Ketua DPD DKI Jakarta Dani Anwar, Tokoh agama: Habib Umar / Habib Ali didampingi oleh Head of CCPR – President Office Sinar Mas Dhony Rahajoe.
Selain telah mewakafkan ribuan Al-Quran, Sepanjang empat tahun terakhir, Sinar Mas juga telah melakukan CSR berupa bazar minyak goreng murah di berbagai kota, hingga 2009, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng untuk membantu masyarakat kurang mampu. CSR lainnya didang pendidikan dan lingkungan pun terus dilaksanakan Sinar Mas secara konsisten. Kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng, dibanding produk minyak nabati dunia lainnya seperti minyak rafa (Rapeseed Oil), minyak kedelai serta minyak bunga matahari terlihat sangat menonjol dan kompetitif, dan telah membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pangan, industri ini menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih kurang 4.5 juta jiwa (hampir 2 kali penduduk Singapura),Pada tahun 2009, minyak kelapa sawit memberikan kontribusi ekspor sebesar AS$10,4 milyar atau 11% dari total ekspor non-migas nasional. Komoditas ini juga menjadi komponen penting dalam produk turunan yang luas, mulai dari bahan pangan, industri elokimia, kosmetik hingga sumber energi terbarukan (Biofuel). Bahkan USDA – Departemen Pertanian Amerika Serikat telah mengakui secara resmi bahwasannya minyak sawit sebagai minyak makan yang sehat dan bebas trans fat.
Dari sisi lingkungan, hamparan kebun sawit yang terbentang luas ditanam di lahan yg sudah rusak (lahan terdegradasi) merupakan cara efektif melawan pemanasan global karena kebun sawit menjadi sumber O2 dan berperan sebagai filter penyerap CO2 untuk disimpan di batang, serat, biji dan daunnya, adalah sebuah keunggulan sawit lainnya.
Dengan kondisi ini wajar jika industri kelapa sawit terus menghadapi kritikan dan tudingan-tudingan secara sistematis untuk melemahkan keunggulan dan daya saingnya. Antara lain melalui isu deforestasi dan pemanasan global yg gencar ditudingkan beberapa LSM asing kepada Sinar Mas. Namun karena industri ini selalu mengikuti ketentuan perundangan pemerintah Indonesia, adanya upaya pola pengembangan sawit lestari serta kegiatan konservasi lahan dan ekosistem lingkungan yang terus dilakukan, semua tudingan tersebut akhirnya terjawab dengan sendirinya. Khususnya setelah adanya hasil audit tim independen internasional yang telah membantah berbagai tudingan yang dibuat secara sistematis oleh LSM asing kepada Sinar Mas. Seyogyanya setelah proses audit tersebut selesai, berbagai tudingan demi persaingan global yang dibalut isu lingkungan tersebut patut diabaikan.
“Sebagai sebuah industri yang beroperasi berdasarkan kaidah dan hukum yang berlaku, Sinar Mas selalu menyandingkan aspek pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan dengan kesejahteraan dan kepedulian sosial. Dengan program Bazaar Minyak Goreng Murah dan wakaf Al-Qur’an ini, kami terus berusaha agar seluruh langkah kepedulian terhadap sesama yang kami lakukan tidak sekadar menyentuh aspek fisik, tapi juga dapat menyentuh sisi spiritual,” kata Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto di tempat terpisah
Sinar Mas selalu meyakini bahwa kemitraan dan koordinasi adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang beragam. Dengan komitmen untuk selalu peduli terhadap sesama serta kelestarian lingkungan yang terjaga dan berkelanjutan, Sinar Mas berharap semakin banyak lagi masyarakat Indonesia yang sejahtera.