Di tengah perkembangan teknologi yang kian membentuk wajah dunia pendidikan, Eka Tjipta Foundation (ETF) melangkah bersama Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI, dengan menyerahkan bantuan 36 unit laptop kepada SMK Ma’arif Kota Magelang, Jawa Tengah dan 87 unit komputer pribadi (PC) bagi SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke, Papua sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di lingkungan pendidikan kejuruan.
Lebih dari sekadar pengadaan perangkat, bantuan juga menjadi langkah strategis membuka jalan bagi sekolah untuk memperkuat proses pembelajaran berbasis teknologi informasi. Dengan hadirnya perangkat digital di ruang kelas, guru dapat mengajar lebih interaktif dan praktis, sementara siswa memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri modern. “Kami percaya bahwa pendidikan vokasi yang kuat adalah jembatan utama menuju masa depan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global. Melalui bantuan ini, kami berharap sekolah dapat semakin berinovasi dan membangun kultur belajar digital yang relevan dengan dunia industri,” ujar Agustina Tutik, Ketua Tim Strategi dan Perencanaan Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI yang juga adalah Ketua Harian Eka Tjipta Foundation.
Di Magelang, bantuan yang datang mendapatkan sambutan antusias baik dari para siswa maupun guru. Setelah melalui proses instalasi, laptop langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di laboratorium komputer. Fasilitas ini menjadi sarana penting untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer, memperkuat mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta membantu guru memperkenalkan teknologi digital kepada siswa secara langsung.

Pembelajaran teknologi perkantoran di SMK Ma’arif Magelang kini menggunakan 36 unit laptop baru.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan ini. Laptop-laptop tersebut benar-benar membantu guru dan siswa kami dalam kegiatan pembelajaran. Sekarang, anak-anak dapat berlatih menggunakan komputer dengan lebih lancar, terutama untuk menghadapi ujian berbasis komputer yang sebelumnya menjadi tantangan besar,” ungkap Eka Veranika Arte, Kepala SMK Ma’arif Kota Magelang.
Dampak dari bantuan ini terasa nyata, karena guru dapat memanfaatkannya untuk memperdalam metode pengajaran berbasis teknologi, sementara siswa kini memiliki ruang belajar yang lebih lengkap, modern dan inklusif. Bagi sebagian besar siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses ke perangkat komputer, kehadiran laptop baru ini menjadi kesempatan untuk mengenal dunia digital lebih dalam — mulai dari penguasaan aplikasi perkantoran, desain grafis, hingga pemanfaatan internet sebagai jendela pengetahuan global.
Sementara itu, dari ujung timur Indonesia, SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke juga merasakan semangat perubahan serupa. Sekolah tersebut menerima 87 unit PC yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar, termasuk untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 5 dan 6 November 2025. “Perangkat PC sangat membantu dan sudah kami gunakan untuk Tes Kemampuan Akademik,” ujar Mariana Lusi Lalong, Kepala SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke.

Sebanyak 87 PC menemani siswa dalam Tes Kemampuan Akademik SMKN 1 Bisnis dan Manajemen di Merauke.
Perubahan ini juga dirasakan langsung oleh siswa. “Dulu, satu komputer dipakai oleh dua sampai tiga siswa. Dengan bantuan ini, kami bisa belajar satu orang satu komputer, membuat proses belajar menjadi jauh lebih cepat dan tugas tidak lagi menumpuk. Terima kasih atas bantuan 87 komputer yang telah mengubah pendidikan vokasi kami,” ujar Yuliana Kimanop, Siswa Kelas XII Jurusan Akuntansi SMKN 1 Merauke Bisnis dan Manajemen.
Bagi ETF yang tergabung dalam konsorsium, inisiatif ini adalah misi sosial untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga berdaya guna. Bersama konsorsium, ETF memulainya dari meningkatkan sarana, mengembangkan kapasitas guru, dan memberdayakan siswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka kelak. Apa yang berlangsung di Magelang dan Merauke adalah sebagian dari kolaborasi dunia industri dengan dunia pendidikan.
Penulis: Matthew H. Chandra, ed., Jaka Anindita
Share On Facebook
Tweet It

