Breaking

SD Eka Tjipta Sungai Air Jernih: Teguh Mengawal Pendidikan Suku Anak Dalam

Breaking News / Lensa ETF / Slider / Top News / December 8, 2025

Bagi masyarakat ulayat Suku Anak Dalam (SAD) yang hidup dan beraktivitas sesuai kearifan mereka yang nomadik atau hidup dengan berpindah tempat di kawasan tepi hutan Provinsi Jambi, penyediaan akses bagi anak-anak usia sekolah tentu membutuhkan intervensi tersendiri. Tantangan bukan hanya berada di sisi mereka. Lembaga pendidikan yang berkomitmen menerima mereka selaku murid peserta didik juga mengalami tantangan yang tak kalah uniknya.

Upaya Sekolah Dasar Eka Tjipta Sungai Air Jernih di Desa Pauh, Kabupaten Sarolangun mempertahankan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak SAD menjadi satu contohnya. Kini sekolah itu hanya menyisakan dua siswa asal SAD, setelah rekan-rekannya meninggalkan sekolah karena menjalani tradisi melangun atau berpindah tempat tinggal bersama keluarga mereka. “Kadang kami merasa haru melihat keadaan seperti ini. Sekolah ini menerima siswa dari berbagai kalangan termasuk Suku Anak Dalam setiap tahunnya, namun di tengah tahun ajaran berlangsung terkadang kami kehilangan beberapa siswa yang berpindah tempat tinggal. Khusus siswa Suku Anak Dalam, dari puluhan siswa yang pernah kami ajar, kini hanya tinggal dua anak. Tapi ini tidak menyurutkan semangat kami. Selama siswa tersebut masih masuk sekolah dan mau belajar, kami akan terus mengajar,” kata Kepala Sekolah SD Eka Tjipta Sungai Air Jernih, Listina Martini.

 

 

Menggemari pelajaran membaca dan berhitung. Davit (duduk paling kiri) dalam perkelasan bersama teman-teman dan gurunya.

 

Sepanjang sejarahnya, sekolah ini pernah mendidik tak kurang dari 25 siswa asal Suku Anak Dalam. Pada dasarnya langkah mendidik mereka tidak sama dengan yang biasa dilakukan ke siswa lain. Seperti dikisahkan oleh seorang guru, Elfira yang telah mendedikasikan diri di SD Sungai Air Jernih sepanjang 12 tahun. “Mengajar siswa Suku Anak Dalam memiliki tantangan tersendiri di mana kami terlebih dulu harus membangkitkan rasa percaya diri mereka agar tidak minder dan percaya diri mengikuti proses pembelajaran. Kendala yang kerap dialami siswa adalah tidak masuk sekolah dalam waktu yang lama karena mereka ikut melangun bersama orang tuanya. Tapi kami percaya, pendidikan adalah kunci agar mereka bisa beradaptasi tanpa meninggalkan identitasnya. Kedua anak yang tersisa ini adalah harapan kami. Mereka adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi komunitas mereka,” ujar Elfira berkomitmen.

Sementara seorang dari dua siswa yang masih melanjutkan sekolahnya, Davit Leno siswa kelas 6 berusia 14 tahun mengungkapkan keinginannya untuk dapat terus bersekolah. “Saya suka belajar membaca dan berhitung. Saya mau pintar supaya bisa membantu Bapak dan Ibu,” ucapnya. Eka Tjipta Foundation (ETF) sebagai lembaga yang melakukan pendampingan kepada setiap sekolah kelolaan Sinar Mas Agribusiness & Food seperti Sekolah Dasar Eka Tjipta Sungai Air Jernih, mencoba menyikapi dinamika ini dengan bijak. Advisor ETF yang adalah praktisi pendidikan, Edi Sadono merekomendasikan agar fokus pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat beralih ke sistem pendidikan yang lebih fleksibel. “Peran pendidikan bagi Suku Anak Dalam sangat vital, tidak hanya untuk literasi, tetapi juga untuk membantu mereka menghadapi perubahan lingkungan. Kita perlu sistem pendidikan yang adaptif dan berbasis komunitas, yang bisa diakses meskipun mereka berpindah-pindah. Anak-anak ini harus tetap terjangkau oleh cahaya ilmu,” jelasnya.

 

Edi Sadono bersama Davit yang didampingi sang ibu, Kesia Nornelia (ketiga dari kiri), Kepala Sekolah, Listina Martini (paling kiri) di ruang kelas. Mengupayakan sistem pendidikan yang lebih fleksibel untuk memfasilitasi siswa yang berasal dari komunitas ulayat.

 

Saat ini pihak sekolah tetap mendaftarkan nama para siswa asal Suku Anak Dalam yang masih ada ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan sekolah mereka. Manakala mereka harus ikut melangun, kapan saja aktivitas ulayat itu selesai, keduanya dapat kembali melanjutkan ke bangku sekolah. Intervensi seperti yang disarankan, hanya dapat berdampak jika dilakukan bersama-sama oleh para pemangku kepentingan terkait. Mulai dari pihak sekolah di garda terdepan, pihak yayasan, dinas pendidikan setempat hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Bersama-sama merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sehingga hak pendidikan anak dapat terpenuhi. Bagi anggota komunitas ulayat, tentunya tanpa mengabaikan kearifan lokal dan budaya mereka.

 

Penulis: Waliadi, ed. Jaka Anindita

Foto: koleksi Listina Martini

 






Jaka Anindita




Previous Post

Kolaborasi Sektor Industri dan Pendidikan: ETF Dukung Transformasi Digital di Magelang dan Merauke

Next Post

Wisuda Sinar Mas: Belajar Sekuat Mungkin, Sebelum Memimpin Sebijak Mungkin





11 Comments

on December 8, 2025

SD Eka Tjipta Sungai Air Jernih benar-benar menghadirkan semangat pendidikan yang tulus dan menginspirasi. Setiap informasi yang ditampilkan mencerminkan dedikasi besar sekolah dalam mengawal pendidikan anak-anak Suku Anak Dalam. Di tengah berbagai tantangan, sekolah ini mampu menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang bangunan dan fasilitas, tetapi tentang hati, komitmen, dan keberanian untuk terus menghadirkan harapan. Semoga semangat luar biasa ini terus mengalir, menguatkan guru-guru dan memotivasi anak-anak untuk terus bermimpi lebih tinggi. Selalu Semangat menjadi jembatan masa depan bagi generasi yang membutuhkan, tetaplah teguh dan teruslah menyala. Salam dari SMPS ET BPLP <3 <3

    on December 8, 2025

    Waalaikumsalam, Terimakasih banyak supportnya Bu, 🙏

    on December 8, 2025

    Butuh keterlibatan berbagai pihak dalam menyikapi situasi seperti ini, apalagi terkait kultur masyarakat yang NoMad, karena untuk mengubahnya membutuh proses karena terkait pola pikir. Rekan-rekan guru di SD Eka Tjipta Sungai Jernih sudah mendedikasikan dirinya secara total untuk pendidikan Suku Anak Dalam, apalagi Eka Tjipta Foundation sudah memberikan ruang yang terbuka untuk Suku Anak Dalam mengalami proses pendidikan di Sekolah Eka Tjipta. Menyikapi hal tersebut perlu kiranya upaya yang lebih komprehensif dengan melibatkan pemerintah, pihak perusahan, dan Eka Tjipta Foundation untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik Suku Anak Dalam dengan prosedur “anak angkat” atau disiapkan fasilitas khusus yang diawasi langsung pihak perusahaan dan pihak SD Eka Tjipta Sungai Jernih sehingga peserta didik yang saat ini sedang mengikuti proses belajar tidak kehilangan kesempatannya pada saat mengikuti proses belajar akhir tahun.

on December 8, 2025

Tetap semangat Bapak dan Ibu guru di SD Eka Tjipta Sungai Air Jernih, dedikasi yang sangat luar biasa. Salam hormat dari SD Eka Tjipta Sungai Ayawan

    on December 8, 2025

    Terimakasih banyak supportnya ibu hebat yang luar biasa, semoga menular ke kami prestasinya, salam kenal dari Jambi 🙏

on December 8, 2025

Kegiatan yang dilakukan SD Eka Tjipta Air Jernih merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan humanis bagi Suku Anak Dalam. Upaya ini menunjukkan kepedulian sekolah untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga menjembatani budaya, kebutuhan, dan masa depan peserta didik. Program ini layak diapresiasi karena memberikan dampak langsung bagi peningkatan literasi, karakter, serta keberlanjutan pendidikan di komunitas yang membutuhkan perhatian khusus.”

on December 8, 2025

Semangat bapak ibu gurunya luar biasa, bagian dari tanggungjawab warga NKRI, kolaborasi yang solid antar pihak yang berkepentingan untuk melestarikan budaya dan aset Bangsa Indonesia. Semoga sukses selalu.

on December 8, 2025

Tetap semngat bapak ibu,dan terima kasih Eka Tjipta foundation yang selalu mendukung praktik baik bapak ibu yang berada di lingkungan perusahaan dalam memberikan pengabdiannya untuk anak² penerus semoga apa yg kita lakukan bisa tetap konsisten dan bermakna di sekitar masyarakat di lingkungan perusahaan 👍🙏

on December 8, 2025

SD Eka Tjipta Sungai Air Jernih benar-benar menghadirkan ketulusan dalam mendampingi pendidikan anak-anak Suku Anak Dalam. Di tengah berbagai tantangan, sekolah ini mampu menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang hati, komitmen, dan keberanian untuk terus menghadirkan harapan.

Semoga semangat luar biasa ini terus menguatkan para guru dan membuka jalan bagi anak-anak untuk bermimpi lebih tinggi. Tetaplah menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan. Salam hormat untuk seluruh keluarga besar SD Eka Tjipta Sungai Air Jernih.

on December 9, 2025

terima kasih banyak bapak ibu hebat atas semua dukungan dan motivasi bagi SD EKA TJIPTA SUNGAI AIR JERNIH, semoga, semoga sekolah kami menjadi lebih baik lagi kedepannya dan semoga anak SAD bersemangat lagi untuk belajar di SD EKA TJIPTA SUNGAI AIR JERNIH



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


More Story

Kolaborasi Sektor Industri dan Pendidikan: ETF Dukung Transformasi Digital di Magelang dan Merauke

Di tengah perkembangan teknologi yang kian membentuk wajah dunia pendidikan, Eka Tjipta Foundation (ETF) melangkah bersama...

November 19, 2025