Pada hari Rabu, 10 Desember 2025, Sinar Mas menyemai talenta baru lewat Sinar Mas Graduation 2025. Bertempat di Sinar Mas Land Plaza, acara ini mempertemukan wisudawan lintas sektor yang selama ini tersebar di berbagai wilayah, sekaligus mewakili luasnya spektrum bisnis Sinar Mas, mulai dari sektor energi, konektivitas digital, layanan finansial, hingga pulp & paper dan agribisnis.
Tampil secara hibrida, perhelatan ini meluluskan 627 wisudawan, baik sebanyak 120 orang yang hadir langsung di lantai 39 bersama ratusan lagi rekan mereka berada di ruang virtual Zoom dan Youtube Streaming. Dari keberagaman asal wisudawan pagi itu, PT SMART Tbk. Upstream hadir sebagai kontributor terbesar dengan 213 wisudawan.

Direktur Eksekutif ETF, Hong Tjhin mendampingi para narasumber, (dari kiri), Fransisca dan Adipratnia.
Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Hong Tjhin dalam pengantarnya memberikan pandangan reflektif mengenai evolusi Sinar Mas. Ia membagikan nostalgia tentang bagaimana Sinar Mas pernah memegang lisensi waralaba pizza yang cukup populer, sebuah langkah yang kala itu sempat dipertanyakan oleh pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, karena mindset industri yang masih konvensional. Namun, Hong Tjhin menekankan bahwa zaman telah berubah.
Di era Artificial Intelligence (AI) dan bioteknologi saat ini, agility atau kecepatan beradaptasi adalah kunci. “Dulu mungkin butuh puluhan tahun untuk perubahan sampai ke Indonesia, kali ini bisa jauh lebih cepat. Karenanya, agility, kecepatan untuk adaptasi dan belajar itu penting,” ujarnya.

Vicky dalam kesehariannya. Terbantu di lingkungan kerja dan sejawat yang mendukung.
Meski menuntut kelincahan, ia mengingatkan agar para lulusan tetap berpegang pada pondasi nilai yang kokoh. “Selalu punya pijakan yang kokoh lewat nilai-nilai integritas, positive attitude, komitmen, dan loyalitas,” pesannya agar tidak melupakan Nilai-Nilai Luhur Sinar Mas.
Melengkapi kegiatan pagi itu, hadir sosok peraih Sinar Mas Digital Day (SMDD) Award 2025, Space Technology Manager Pasifik Satelit Nusantara, Adipratnia Satwika Asmady dan Head of National Quality Food Safety and R&D Sinar Mas Agribusiness and Food, Fransisca Tedjo. Salah satu sorotan utama mereka adalah isu work-life balance.
Menanggapi keresahan banyak pihak khususnya para karyawan muda – seperti halnya para wisudawan – seputar kesimbangan pembagian waktu, kedua narasumber memberikan perspektif segar bahwa keseimbangan hidup tidak semata-mata soal hak menikmati akhir pekan.

Entitas terbaru dalam Sinar Mas Graduation: XLSmart.
“Jika prioritasmu adalah to achieve something big, kamu pasti akan mendedikasikan waktu ekstra untuk itu. Entah untuk belajar atau berkontribusi bagi komunitas,” terang Fransisca. Keseimbangan yang produktif menurutnya dapat diraih ketika seseorang menyelaraskan waktu yang mereka habiskan dengan dampak besar yang ingin diciptakan. Perspektif ini mengajak para lulusan baru untuk melihat dedikasi bukan sebagai beban, melainkan jalan menuju tujuan besar mereka.
Kesiapan menghadapi dinamika baru ini bukan sekadar teori, melainkan pengalaman nyata yang dialami para wisudawan. Kisah Vicky Restu, yang hadir langsung di Jakarta dari tempat penugasannya di Sumatra Selatan menjadi contohnya. Lulusan Program Pendidikan Tenaga Pembangkit Listrik Batch 9 ini mengaku perjalanan karirnya penuh kejutan. Memiliki latar belakang pendidikan geologi pertambangan dan sempat mendalami ilmu hukum, Vicky justru kini menggeluti dunia teknis sebagai field turbine operator di PT Datang DSSP Power Indonesia.

“Awalnya terasa jauh berbeda karena harus berhadapan langsung dengan mesin dan oli. Namun, berkat lingkungan kerja yang suportif dan senior yang terbuka berbagi ilmu, proses adaptasi di pekerjaan pertama ini berjalan sangat baik,” ungkap Vicky.
Cerita berbeda datang dari Milzam, lulusan program MT Star periode Februari-Agustus 2025 yang kini bekerja di unit komersial XLSmart. Tantangan terbesarnya bukan pada lokasi, melainkan adaptasi cepat di tengah momentum merger XL Axiata dan Smartfren.

Milzam (berkemeja putih, duduk di tengah) bergabung pada awal transisi perusahaan, yang artinya mesti bergegas beradaptasi.
“Kami bergabung tepat saat fase transisi. Tantangan utamanya adalah beradaptasi dengan sistem dan struktur baru, sembari membuktikan kapabilitas kami di tengah talenta-talenta existing,” tuturnya. Sebagai talenta muda, ia berharap ruang inovasi terus terbuka lebar bagi para lulusan baru untuk berkontribusi maksimal bagi perusahaan.
Saat acara berakhir, para wisudawan bersiap kembali ke realitas kerja, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di site operasional. Jika dirunut dari pertama kalinya kegiatan ini dihelat tahun 2012, mereka adalah bagian dari 4.628 lulusan. Sebagaimana tajuk kegiatan ‘Learning to Leading’ , Sinar Mas mempersilakan mereka untuk belajar sekuat mungkin untuk dapat memimpin sebijak mungkin.
Penulis & Infografis: Aura Zahra, ed., Jaka Anindita
Foto: Noveradika
Share On Facebook
Tweet It

