Bila menggelar silaturahim adalah sesuatu yang mulia, sementara melakukan atau menghadirinya dapat mendatangkan pahala, maka mendokumentasikannya bisa disebut sebagai upaya melestarikan peradaban, sehingga praktik kebaikan yang berlangsung dapat menjadi rujukan di kemudian hari.
Ketika menyampaikan tausiahnya di hadapan insan Sinar Mas, Rabu, 15 April 2026 di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti berpendapat kalau semangat halal bihalal adalah bagaimana kita dapat saling mengikhlaskan. “Kita saling membuka diri, sehingga yang awalnya haram, yang awalnya tidak boleh, atau keliru, mari semuanya kita ikhlaskan, halalkan, sehingga hubungan kita kembali menjadi baik.”

Hanya akan berjaya kalau relasi antar kita terjalin baik, hubungan dengan masyarakat berlangsung baik dan memiliki jaringan yang kuat dengan semua kalangan, demikian Mendikdasmen Abdul Mu’ti berpesan.
Menurut Mu’ti, segenap kesalahan manusia dalam hubungannya dengan Allah telah termaafkan melalui ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadan. “Clear di hadapan Allah. Tapi dengan sesama manusia, itu yang harus kita selesaikan. Agar kita termasuk orang yang kembali kepada kesucian, menjadi orang-orang yang menang, syaratnya harus saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya,” demikian Mu’ti berpesan.
Dalam konteks membangun relasi kala berbisnis dirinya menyambung kalimat dari Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin ketika dalam pengantarnya mengatakan silaturahim akan melapangkan rezeki serta memperpanjang usia. “Sinar Mas ini tidak akan bisa berjaya kalau relasi antar kita tidak terjalin dengan baik. Tidak akan bisa berjaya kalau hubungan dengan masyarakat tidak baik. Tidak akan bisa berkembang kalau kita tidak memiliki jaringan yang kuat dengan semua kalangan, tanpa batas,” kata Mendikdasmen Mu’ti.

Andri sampai mampu menerka siapa saja yang terlibat menyusun pidato para pimpinan hanya dengan mengidentifikasi pilihan diksi dan kalimat di dalamnya.
Sebelumnya, Saleh menyampaikan jika silaturahim adalah bagian tidak terpisahkan dalam keseharian. Bukan sekadar tradisi melainkan kebutuhan. Baik sebagai individu, selaku profesional, maupun saat menjadi insan sosial. Karena dalam silaturahim kita membangun hubungan, memperkuat kepercayaan, dan menumbuhkan kebersamaan. Di tengah pengantarnya Saleh sempat memperkenalkan seluruh pengurus yayasan dengan mengajak mereka berjajar di podium. Sesuatu yang baru kali pertama dilakukan sejak Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM) berdiri pada tahun 2019 silam. Silaturahim memang hanya akan terjalin bila perkenalan telah berlangsung.
Pagi itu, selain Sinar Mas Board Member, para pimpinan President Office Sinar Mas, Eka Tjipta Foundation, beserta pengurus YMSM, turut bergabung para pimpinan pilar usaha, komisaris dan juga para penasihat. Selain hadir langsung, sebagian dari mereka bergabung secara virtual melalui aplikasi Zoom. Di antara mereka, terlihat juga sosok berkemeja putih, namun bukan pengurus YMSM yang hari itu memang hadir dengan seragam kemeja putih. Mereka terlihat memotret berikut memvideokan semua aktivitas yang berlangsung di sana.

Sinar Mas Board Member, Franky Oesman Widjaja mengharapkan halal bihalal akan menjadi energi yang menyatukan tujuan, hubungan dan kepercayaan, menuju Indonesia Incorporated.
Satu dari mereka adalah Audio Visual Officer President Office, Andri Riza yang mengaku tidak lagi ingat persis berapa kali dirinya pernah mendokumentasikan halal bihalal Sinar Mas sepanjang karirnya di President Office yang telah berjalan hingga 12 tahun. “Mungkin mulai mendokumentasikan halal bihalal bisa jadi sudah yang ke-8 kali ya. Bisa lebih, bisa kurang, “ ujarnya. Bila pada awal kehadirannya, tugasnya adalah memvideokan, “Tapi makin ke sini kan ada perkembangan. Sejak saat kita Covid (pandemi Covid19), dibutuhkan juga video yang masuk ke Zoom. Karena sebagian peserta kegiatan yang bergabung secara visual. Lewat Zoom gitu. Jadi gue harus memfasilitasi itu (hingga kini).”
Rupanya mengabadikan kegiatan di dalam ruangan justru memungkinkan Andri turut menikmati rangkaian mata acara yang berlangsung. “Gue mendengarkan juga tausiahnya karena cukup tertarik. Jadi setelah memastikan angle terbaik di dalam ruangan, pembicara telah on cam, memastikannya masuk ke monitor perangkat Zoom, selanjutnya sudah bisa ikut mendengarkan materi dari pembicaranya.” Bahkan setelah sekian tahun terlibat mendokumentasikan kiprah para pimpinan Sinar Mas, khususnya President Office dan Eka Tjipta Foundation, ia mengaku dapat mengidentifikasi siapa-siapa saja yang membantu menyusun naskah pidato yang mereka sampaikan. Menurut Andri yang juga memiliki kualifikasi selaku drone videographer ini, terdapat kekhasan tertentu dalam pemilihan diksi dari para penulis naskah yang dilibatkan. Pertanda dirinya sekian lama rutin menggubris apa-apa saja yang disampaikan dari podium.

Dari setiap perhelatan halal bihalal dapat membawa pulang hingga 1.000 bingkai foto.
Privilese serupa juga dinikmati oleh Maulana Adjie selaku Videographer & Editor. “Sempat, justru malah bisa sambil mendengarkan. Pada saat kamera nge-record, pasti lebih fokus ke komposisi gambar. Cuma kan, kan nge-record-nya cuma 10 detik, atau paling lama ya dua menit kan. Selebihnya dengarkan saja penceramah berbicara,” ceritanya yang masih ingat persis telah meliput tiga kali gelaran halal bihalal sepanjang empat tahun karirnya di President Office. Setelah sekian kali mengabadikan kegiatan ini, ia mengaku sudah hapal pesan-pesan utama yang kerap disampaikan para petinggi Sinar Mas yang naik podium, begitu pula alur pergerakan mereka sepanjang acara, pemahaman yang bermanfaat guna mendapatkan gambar dengan sudut terbaik. Mengingat ruang gerak di dalam Ruang Derawan yang selalu terpilih menaungi seremonia ini, menurutnya sangat terbatas dan sudah maksimal terkesplorasi secara visual.

Menurut Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin, silaturahim adalah kebutuhan, baik sebagai individu, profesional, maupun insan sosial.
Pada hari itu, Sinar Mas Board Member, Franky Oesman Widjaja menyampaikan pandanganya atas silaturahim sebagai sebuah kekuatan, sebagaimana tertuang dalam tema kegiatan. “Silaturahim ini bukan sekadar tradisi, silaturahim juga adalah energi yang menyatukan tujuan, memperkuat hubungan dan kepercayaan, serta menjaga keberlanjutan. Dari sinilah lahir semangat yang lebih besar yaitu Indonesia Incorporated. Bahwa kita bergerak bukan hanya berlatarkan identitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem bangsa yang saling terhubung, saling memperkuat,” kata Franky menautkannya dengan tajuk halal bihalal tahun ini, Silaturahmi Menguatkan, Bersama Tanpa Batas.

Melatih muscle memories untuk mendapatkan sudut serta momen terbaik dalam ruang gerak terbatas.
Memperkirakan alur pergerakan para hadirin berikut menguasai tata letak ruangan yang terbatas adalah kemampuan yang harus ada saat mengawaki kamera video yang bergerak sepanjang perhelatan seperti dilakukan Adjie. “Karena kami kadang harus merekam sambil berjalan mundur. Kan agak susah untuk berjalan mundur tanpa tahu ada apa di belakang.” Berbeda dengan dua rekannya terdahulu, Noveradika Priananta dalam tugasnya mengoperasikan kamera foto tidak terlalu menyimak secara utuh atau penuh apa yang disampaikan dari podium. “Ada beberapa poin yang sempat gue dengar, terus sebagian lain gue tidak sempat mendengarnya karena harus memisah fokus.”

Kali pertama seluruh pengurus Yayasan Muslim Sinar Mas diperkenalkan kepada Sinar Mas Board Members, para pimpinan President Office, Eka Tjipta Foundation serta pilar usaha.
Selaku Photographer dengan jam terbang sepanjang 10 tahun bersama President Office, dirinya merasa penyelenggaraan berulang di ruangan yang sama hingga ke penyusunan tempat duduk yang juga serupa memudahkan mereka memperkirakan pergerakan sosok yang menjadi objek utama foto dan video, sekaligus membantu ia beserta seluruh anggota timnya merencanakan kapan dan di mana adegan terbaik dapat diabadikan, dengan potensi kesalahan yang kecil. “Kami sudah tahu seperti apa nantinya, layaknya bergerak secara otopilot, dan ini meminimalkan celah terjadinya kekeliruan. Berbeda jika halal bihalal dipindahkan ke lokasi lain yang berbeda,” kata Noveradika yang kerap disapa Memet ini.
Jika para undangan dapat bergegas melanjutkan aktivitas lain begitu kegiatan atau perjumpaan selesai, tugas lanjutan bagi Andri dan rekan-rekannya dari Creative & Social Media Department justru segera dimulai. Umumnya, materi video yang diperoleh harus masuk meja editing, dikemas menjadi video siap unggah ke kanal YouTube Sinar Mas dan satunya lagi menjadi bagian konten media sosial pada wahana lainnya seperti Facebook, Instagram, Threads dan juga X. Sebelum materi tadi rampung, berapa pimpinan kerap lebih dulu menghubungi mereka. Ada yang rutin meminta video dokumentasi saat tengah berpidato atau beberapa lainnya meminta pose diri mereka saat kegiatan berlangsung.

Tari tradisi Tarek Pukat yang dibawakan para siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng menjadi perlambang bagaimana ketekunan mengurai yang kusut hingga menjadi kekuatan sebagaimana semangat halal bihalal.
Selain itu, penyimpanan bahan mentah yang baru saja didapat juga membutuhkan perlakuan tersendiri agar video dan foto yang jumlahnya banyak serta ukurannya juga besar selalu dalam kondisi prima, dan yang terpenting dapat ditemukan bila dibutuhkan ulang. Seperti dikatakan Andri, hanya dari kegiatan halal bihalal sepanjang sekitar dua jam saja, rerata sedikitnya terdokumentasikan dalam video seukuran 32 gigabit. Sementara rekannya Adjie dari perhelatan yang sama, umumnya menyimpan beragam adegan sebesar keseluruhan antara 20 hingga 30 gigabit. Jumlah nyaris serupa biasa dibawa Memet atas pertimbangan dirinya mencoba mendapatkan ekspresi terbaik dari objek fotonya. “Gue sering memakai moda continuous frame. Karena jika memotret sosok, apalagi saat ia sedang berbicara jarang sekali ekspresi wajah terbaik didapat hanya dengan sekali jepretan. Lewat continuous frame, dari sekian banyak jepretan pasti ada ekspresi objek yang oke,” ujarnya yang biasa mengoleksi hingga 1.000 frame atau bingkai foto dari setiap halal bihalal yang diliputnya.
Halal bihalal telah berlalu, namun nilai-nilai yang diapungkan di dalamnya tetap terlestarikan dalam hati dan ingatan kita, serta dokumentasi video dan juga foto yang diabadikan oleh rekan-rekan kita tadi.
Penulis: Jaka Anindita
Foto: Noveradika
Share On Facebook
Tweet It

