Bagi para pencari kerja usia muda, memiliki keterampilan teknis tidak lagi cukup untuk digunakan bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis. Pentingnya kesiapan karier bagi generasi muda, khususnya lulusan pendidikan vokasi, melatari inisiatif Eka Tjipta Foundation (ETF) menyelenggarakan Pelatihan Soft Skill dan Kesiapan Kerja Siswa SMK bertajuk SMK Siap Kerja: Membuka Potensi Kariermu yang keseluruhan diikuti lebih dari 500 siswa kelas XII dari 13 sekolah menengah kejuruan.

Informasi apa yang mesti ada dan tidak perlu dimasukkan ke dalam resume, mereka bahas di SMK Ananda Bekasi.
“Mempersiapkan siswa SMK untuk sukses tidak hanya berarti membekali mereka dengan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri, pola pikir profesional, dan kesiapan mereka menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan dunia industri, kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Evelyn Widjaja Head of Education ETF di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026).
Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka dan hybrid sepanjang bulan April hingga Mei 2026 ini, hadir para praktisi pengelolaan sumber daya manusia atau human resources (HR) dari Sinar Mas Agribusiness and Food untuk membekali para siswa dengan keterampilan menghadapi dunia kerja modern. Pelatihan berlangsung di SMK Ananda Bekasi, SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, SMK Kanisius Ungaran, dan SMK Strada 1 Jakarta, serta diikuti pula secara daring oleh sejumlah siswa asal SMK binaan ETF lainnya melalui Zoom dan YouTube.

Sebagian dari ratusan siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang yang bergabung dalam pelatihan.
Para pemateri membagikan berbagai aspek penting dalam proses rekrutmen kerja seperti pemahaman akan tantangan berikut peluang dalam dunia kerja, perencanaan karier, penyusunan curriculum vitae (CV) yang efektif, strategi menghadapi wawancara kerja, hingga simulasi interview guna memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Hal penting dalam perjumpaan serta simulasi hari itu adalah mengajak siswa memahami bahwa kesuksesan karier tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik dan kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika kerja, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Terka yang mana siswa dan mana pelatihnya. Seorang siswa SMK Kanisius Ungaran tengah melakukan simulasi wawancara kerja.
“Kegiatan hari ini sangat menyenangkan dan seru. Saya belajar cara membuat CV yang baik dan profesional untuk perusahaan yang saya lamar, sehingga saya merasa lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujar salah satu peserta, Niken Amelia siswa kelas XII SMK Telekomunikasi Tunas Harapan. “Melalui pelatihan ini, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter positif, sikap profesional, dan mampu beradaptasi dengan tantangan di dunia kerja. Mengantarkan mereka menjadi sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan menjawab kebutuhan industri masa depan,” ujar Evelyn.

Kesiapan terbentuk lewat berlatih. Suasana kegiatan yang berlangsung di SMK Strada 1 Jakarta.
Penulis: Matthew Harris Chandra; Ed., Jaka Anindita
Foto: koleksi ETF
Share On Facebook
Tweet It

