Menjelang usianya yang kedua puluh enam tahun, salah satu tantangan bagi sivitas akademika Institut Teknologi dan Sains Bandung adalah memperkenalkan lebih jauh keberadaan mereka di lingkup Sinar Mas. Upaya menjembatani hal ini berlangsung melalui kunjungan perwakilan lintas pilar usaha Sinar Mas ke kampus mereka yang berada di Kawasan Industri Deltamas, Bekasi. Berikut, Manajer Sinar Mas Digital Ventures, Diah Rahmawati mengisahkan pengalaman pertamanya saat berkunjung ke sana.

Saling mengabadikan. Rektor ITSB, Carmadi Machbub (dari kanan), Adviser Sinar Mas, Ahmad Rusdi bersama Dosen ITSB yang turut membidani kelahiran ITSB serta menjadi Rektor Institut Teknologi Bandung periode 2005 hingga 2010, Djoko Santoso.
Sejenak membayangkan Kota Deltamas, yang terpikir adalah kawasan industri, banyak truk kontainer lalu lalang. Namun sesampainya di sana, betapa kami dibuat kagum melihat bangunan yang ada, mall perbelanjaan sekelas AEON berdiri di situ, kopi hits kekinian seperti FORE juga sudah ada di sana, dan terlebih lagi ada institusi pendidikan Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) tak jauh dari situ.
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika bukan karena mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh President Office Sinar Mas: SM Pillars x ITSB Campus Visit, pada Selasa, 9 Juni 2026 silam. Saya tidak akan tahu ada ITSB di sana. Justru saya yang mendapatkan pengalaman baru serta manfaat dari kegiatan yang dirancang sebagai sarana untuk mempererat kolaborasi antar pilar usaha dan menyelaraskan program akademik di ITSB dengan kebutuhan nyata berbagai sektor industri.

Pengantar dari Kepala Perpustakaan ITSB, Nurru Alfi Fazri. Tercatat Eka Tjipta Foundation telah menghibahkan seluruh koleksinya ke sana.
Mengikuti presentasi dari kedua belah pihak, baik ITSB selaku tuan rumah dan sambutan dari beberapa perwakilan pimpinan pilar usaha Sinar Mas, saya yang baru kali pertama berkunjung ke Deltamas dibuat kagum berkali-kali akan keseriusan Sinar Mas melalui ITSB dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat, dalam hal ini bagi orang tua dan anak-anaknya yang memasuki jenjang pendidikan tinggi melalui kemudahan untuk mendapatkan beasiswa di kampus yang mereka gagas bersama Institut Teknologi Bandung ini.
Dalam kunjungan saat itu, saya mendapatkan gambaran jika perkuliahan di sana berlangsung dalam naungan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, termasuk membukakan peluang menyerap mahasiswa lulusannya untuk dapat bergabung ke Sinar Mas. Saya menangkapnya sebagai bentuk keseriusan sektor industri membangun keberlanjutan melalui inisiatif dalam dunia pendidikan tinggi.

Wakil Rektor ITSB, Gunawan Witjaksono berbagi kisah tentang kampus yang berada di Jalan Ganesha Boulevard.
Dalam diskusi kelompok terfokus (focus group discussion, FGD), saya terkesan pada keterbukaan sivitas akademika ITSB saat menghadapi pertanyaan serta menerima masukan dari para tetamu yang hadir. Kami membahas bagaimana spirit membangun mimpi bersama agar ITSB saat ini, nantinya dapat bertransformasi menjadi sebuah universitas. Selain itu diskusi menyentuh juga upaya memperkenalkan kampus ini ke lingkup yang lebih luas, termasuk potensi partnership dengan universitas lain di luar negeri. Inisiatif seperti itu, dalam diskusi, diyakini dapat membantu para mahasiswa semakin adaptif terhadap lingkungan dengan budaya yang berbeda. Sesuatu yang dibutuhkan bila ingin menjadi talenta unggulan, selaku sosok yang mampu mengikuti perkembangan berikut dinamika terkini dunia industri.

Mengagumi pohon kelapa sawit yang jarang saya temui secara langsung.
Di sela menyambangi fasiltas yang tersedia, mulai dari ruang kelas, perpustakaan (yang sebagian koleksinya diperkuat lewat kerja sama dengan Sinar Mas dan Bank Indonesia), hingga beberapa laboratorium, yang cukup seru adalah berkesempatan melihat kehadiran pohon kelapa sawit di lingkungan kampus (ITSB menaungi Program Studi Teknologi Pengolahan Sawit), sesuatu yang sulit saya jumpai di Jakarta.
Dari sana, saya berkeyakinan para pihak yang hari itu bertemu memiliki upaya memajukan kampus yang berorientasi industri dan bisnis ini. Sebuah pengalaman tidak terlupakan bagi saya sesama bagian dari ekosistem Sinar Mas, yang mendorong bagaimana selanjutnya dapat turut berkontribusi dalam inisiatif pendidikan seperti ini.
Penulis: Diah Rahmawati; editor Jaka Anindita
Koleksi: pribadi dan President Office Sinar Mas
Share On Facebook
Tweet It

