Kerja sama adalah keniscayaan, sebagaimana terjadi saat Eka Tjipta Foundation meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan pada sekolah dampingannya. Dalam lokakar peningkatan kompetensi guru yang berlangsung di Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu, 8 Juli 2026 yang melibatkan peran Advisor ETF yang seorang praktisi pendidikan, Edi Sadono, dengan menggandeng SMDV, bersama tim ahli asal wahana bimbingan belajar daring dan edukasi digital, Ruangguru.
Kepada para pendidik Sekolah Eka Tjipta Kalimantan Selatan, Edi Sadono menekankan pentingnya penyesuaian paradigma mengajar yang semakin berpusat pada siswa (student-centered learning). “Guru hari ini bukan lagi satu-satunya sumber informasi, melainkan seorang fasilitator. Tugas kita adalah memicu rasa ingin tahu siswa dan membantu mereka membangun nalar kritis melalui metode pendekatan yang humanis,” ujarnya di hadapan para peserta yang berkumpul sepanjang tiga hari di Batu Ampar Training Center, Serongga, Kelumpang Hilir.

Peserta, pemateri dan penyelenggaran menjadi satu. Silakan menerka yang mana sosok Edi Sadono di dalam kerumunan ini.
Sementara dimensi baru bagi para pendidik antara lain disampaikan Muhammad Aji Maulana asal Ruangguru Regional Kalimantan Selatan yang membagikan keterampilan praktis dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan Learning Management System (LMS) guna merancang materi pembelajaran digital yang interaktif. Aji menilai para peserta sangat aktif dalam menerapkan materi literasi AI yang ia berikan. “Namun, kami juga menekankan bahwa AI hanyalah alat bantu. Hasil atau output dari AI tetap perlu dibaca, ditelaah dan dikurasi kembali oleh para guru. Hal ini penting agar materi yang dihasilkan benar-benar valid, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa di kelas,” ujarnya.
Koordinator Sekolah Eka Tjipta Kalimantan Selatan, Nur Hamid menyampaikan bahwa kolaborasi dalam lokakarnya hari itu menyuntikkan energi baru ke lingkungan sekolah. “Kami ingin memastikan bahwa guru-guru di Sekolah Eka Tjipta Kalimatan Selatan siap melangkah maju. Workshop ini adalah investasi besar untuk masa depan anak-anak didik kami. Kami sangat mengapresiasi materi luar biasa dari Pak Edi Sadono, tim Ruangguru serta dukungan nyata dari SMDV yang membuat kami berkesempatan menjalankan pelatihan yang tak saja moderen tapi juga aplikatif,” kata Hamid mengenai penyelarasan metode mengajar konvensional dengan pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas yang mereka ikuti.

Para guru tengah memperlakukan kecerdasan buatan sebagai alat bantu.
Sekolah Eka Tjipta adalah perwujudan komitmen Sinar Mas Agribusiness & Food dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang hidup di dalam maupun sekitar sentra perkebunan kelapa sawit kelolaan mereka. Dalam perjalanannya, entitas yang lazim disebut sebagai Sekolah Kebun ini mendapatkan pendampingan dari ETF guna menjaga berikut meningkatkan kualitas pengajaran yang mereka selenggarakan.
Sementara Manajer SMDV yang turut bergabung bersama ke-54 peserta yang terdiri atas para guru dan kepala sekolah, Diah Rahmawati menyampaikan bila dukungan mereka adalah bagian dari komitmen kolaborasi jangka panjang antar entitas di dalam naungan Sinar Mas untuk memberikan edukasi juga literasi digital bagi kalangan pendidik sebagai referensi pembelajaran kepada siswa. Hal yang disambut baik oleh manajemen yayasan dengan menyebutnya sebagai investasi. “Kami selalu menempatkan pengembangan kapasitas guru sebagai prioritas utama. Kolaborasi dengan Pak Edi, Ruangguru beserta SMDV adalah langkah strategis untuk mewujudkan visi mencetak generasi yang unggul dan siap bersaing di era global. Kami berharap inovasi ini terus berlanjut dan terasakan dampaknya oleh para siswa di ruang kelas,” ungkap Head of Education ETF, Evelyn Widjaja.
Penulis: Waliadi, ed., Jaka Anindita
Foto: Waliadi
Share On Facebook
Tweet It

