Di antara lebih dari 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tampil dalam Tjipta UMKM Fair 2026 hadir Avika Lanting Bumbu dan Es Kopyor asal Tangerang yang sesuai jenamanya mengembangkan produk es kopyor dan camilan khas Kebumen Jawa Tengah, lanting. Mereka menjalankan usaha dari rumah sejak tahun 2018 untuk produk lanting, sebelum kemudian mengembangkan pula minuman es kopyor sekitar dua tahun setelah itu. Selain memproduksi sendiri, Avika juga mendistribusikan produk besutannya ke sejumlah pasar yang ia lakukan tanpa melupakan tugasnya membesarkan sang anak.
Memilih belum membuka toko fisik, pameran yang diselenggarakan oleh Eka Tjipta Foundation (ETF) pada 3 hingga 4 September 2026 menjadi salah satu cara bagi dirinya untuk berpromosi serta berjejaring. “Peningkatannya sangat terasa, terutama dari sisi kesempatan untuk berjualan yang menjadi lebih luas. Kalau ada acara atau kegiatan, kami juga bisa ikut,” ujar Avika mengenai kiatnya memanfaatkan ajang pameran.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan menyempatkan diri mencoba es kelapa kopyor yang dijajakan Avika, salah satu binaan Sinar Mas Land.
Bagi Avika, manfaat menjadi UMKM binaan tidak hanya terletak pada kesempatan berjualan, tetapi juga pada akses terhadap lingkungan dan jejaring yang sebelumnya sulit dijangkau secara langsung. Melalui berbagai kegiatan yang difasilitasi, ia berkesempatan bertemu dengan lebih banyak orang, termasuk para pemangku kepentingan dan pimpinan perusahaan. Pengalaman tersebut turut membuatnya merasa lebih percaya diri sebagai pelaku usaha. “Saya senang bisa bertemu dengan banyak orang, termasuk orang-orang penting. Apalagi, ketika bertemu dengan kami, mereka tetap bercanda dan membuat kami merasa setara,” katanya.
Dirinya dapat terhubung dengan Sinar Mas Land setelah memperoleh informasi mengenai program pembinaan dan mendapatkan kesempatan mengikuti rangkaian pelatihan. Dalam prosesnya, ia mendapatkan pendampingan dari para mentor berikut pembaruan berkala informasi mengenai berbagai kesempatan kegiatan yang dapat ia ikuti. Membuat produknya memiliki lebih banyak kesempatan untuk hadir ke hadapan calon pelanggan.

Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin didampingi Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata (kedua dan ketiga dari kanan) berpose dengan produk kriya buatan Kemuning Eco Print di anjungan APP Group.
Tidak hanya Avika yang merasakan manfaat pendampingan pada sisi perluasan kesempatan berjualan dan berjejaring, karena pengalaman serupa juga terlihat pada Kemuning Eco Print, pelaku usaha asal Tangerang Selatan binaan APP Group. Berawal dari pelatihan dasar ecoprint yang ditaja pemerintah daerah setempat, Indah pendirinya, kemudian mengembangkan lebih jauh keterampilan teknik pewarnaan yang didapat kemudian mengemasnya menjadi berbagai produk jadi yang mereka rasa layak dipasarkan menjangkau khalayak luas. Semenjak peluncuran produknya, hingga kini, tiga tahun sudah Kemuning Eco Print berkarya.
Sebelum ‘berjodoh’ dengan program pendampingan dari APP Group, produk Kemuning Eco Print yang berfokus pada aneka kain, tempat tisu, hingga syal dengan pencetakan lewat cara serta bahan yang ramah lingkungan ini sempat tampil dalam sejumlah eksebisi maupun bazar di lingkup terbatas. Kehadiran perusahaan memberikan dukungan lebih luas hingga ke permodalan guna pengembangan usaha. Di sana mereka belajar lebih jauh bagaimana sebuah usaha kecil pun membutuhkan pengelolaan yang bertanggung jawab dengan rutin menyampaikan laporan penggunaan modal, sirkulasi kas serta perkembangan penjualan.

Kamera mengikuti Komisaris Utama PT MRT Jakarta, Heru Budi Hartono dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan (kedua serta ketiga dari kanan) saat mengunjungi anjungan UMKM binaan Sinar Mas Agribusiness & Food di hari pertama pameran.
Kehadiran pendampingan serta evaluasi rutin mendorong Kemuning Eco Print terus bereksperimen dengan produknya. Pengelolanya mengaku mendapat ide untuk tidak berhenti pada warna dan produk yang selama ini digunakan serta dibuat, tetapi terus mencoba kombinasi warna serta mengembangkan variasi baru. “Awalnya saya hanya menggunakan warna cokelat. Kemudian kami didorong untuk mencoba warna lain, misalnya biru. Dari situ saya mulai bereksperimen dengan racikan warna, melakukan inovasi, dan terus mengembangkan warna-warna baru,” ujar Indah.
Inovasi tanpa henti membuka kesempatan bagi produk-produk mereka menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, karena kerap hadir dalam berbagai kegiatan eksebisi dengan skala yang lebih besar. “Kami sudah mendapat kesempatan tampil di Grand Hyatt dan beberapa lokasi lainnya. Sekarang sudah bisa masuk ke ruang-ruang seperti hotel, bukan hanya di kaki lima,” tuturnya. Partisipasi kali pertama dalam Tjipta UMKM Fair yang berlangsung di Ground Floor Lobby Tower 3, Sinar Mas Land Plaza, Thamrin, Jakarta, disebutnya sebagai kesempatan memperkenalkan karya mereka langsung kepada pengunjung di lingkup Sinar Mas, termasuk para pimpinannya. “Alhamdulillah, penjualannya juga sangat baik,” kata Indah. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak UMKM memperoleh kesempatan yang sama.

Sinar Mas Board Member, Franky Oesman Widjaja (paling kiri) bersama CEO Asset Management Sinar Mas Land, Teky Mailoa (ketiga dari kiri) dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda berada di anjungan UMKM besutan Sinar Mas Land.
Sebagian kisah pendiri Avika serta Kemuning Eco Print menunjukkan ada beragam cara bagi entitas bisnis untuk menaik kelaskan UMKM yang ada di sekitarnya. Dukungan dapat berupa bantuan modal, pendampingan, serta evaluasi berkala, kemudian berlanjut kepada ajakan untuk berpameran sembari membangun jaringan, dan mengikutsertakan mereka dalam beragam pelatihan yang relevan. Namun satu hal yang seragam adalah konsistensi dalam melakukannya, sebagaimana ETF melakukannya.
Baca juga: Tjipta UMKM Fair 2026: Panggung bagi UMKM

Pembeda dengan Tjipta UMKM Fair sebelumnya, pada penyelenggaraan kali ini penari Topeng Malangan turut tampil dan lalu lalang di antara pengunjung.
Penulis: Adinda Kisya Putri Ardiana, ed., Jaka Anindita
Foto: Noveradika Priananta
Share On Facebook
Tweet It

