Breaking

Prijono Sugiarto, MEMBERI NILAI TAMBAH

Peristiwa / Top News / May 2, 2017

Meski mengawali pemaparan dengan mengaku bingung bagaimana caranya berbagi kiat di hadapan orang-orang yang berasal dari kelompok usaha yang lebih besar, dan disebutnya lebih berhasil daripada perusahaan yang dibesutnya, CEO PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto melanjutkannya dengan mengatakan, meski kedua lembaga – Astra dan Sinar Mas – memiliki banyak perbedaan, tapi terdapat beberapa persamaan yang menarik.

Dihadapan 140 orang pimpinan serta advisor dari berbagai pilar bisnis Sinar Mas yang berkumpul di Ruang Paseo, Sinar Mas Land Plaza, Jakarta, Prijono mengatakan Astra yang merevitalisasi diri pasca hantaman krisis ekonomi Asia tahun 1998 silam, sangat menjunjung budaya talent making dari lingkup internal perusahaan.

Mereka mengklaim, dengan lebih dari 214 ribu karyawan, di mana hampir 400 orang di antaranya adalah executive, yang tersebar di 208 perusahaan, hanya satu di antara mereka yang berstatus ekspatriat. Hal ini bahkan membuat Chairman Jardine Matheson (kelompok bisnis yang kini menaungi Astra), Sir Henry Keswick dibuat kagum, sekaligus menjadikannya cerita yang disampaikannya ke mana-mana.

Jika Sinar Mas memiliki 6 Nilai Luhur yang diturunkan dari filosofi hidup Eka Tjipta Widjaja, Astra mengenal Catur Dharma warisan pendirinya, William Soeryadjaya. Nilai-nilai itu tak pernah ditinggalkan, namun seiring perjalanan waktu terus dimodernisasi, juga direvitalisasi. Sama-sama mengawali langkah dari perusahaan keluarga, bertransformasi menjadi perusahaan modern. “Nilai lama tak mesti ditinggalkan. Jika dapat direjuvinasi, kami akan melakukannya. Kita akan bergerak maju jika bisa memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Pendiri Apple, almarhum Steve Jobs dan pendiri Microsoft, Bill Gates satu sama lain saling mengagumi, kadang iri, sekaligus kerap beradu inovasi satu sama lain, dalam kadar tertentu, hal itu mungkin terjadi pula pada Sinar Mas dan Astra. Keandalan Astra mengembangkan human capital adalah tema menarik di Sinar Mas, sementara kemampuan Sinar Mas berkibar dengan merek milik sendiri di berbagai lini bisnis menginspirasi Astra mencoba melakukan hal serupa.

Tapi kalau CEO sekelas Prijono Sugiarto – dengan rekam jejak hingga tiga dekade di Astra – bersedia membagi pengalamannya di hadapan eksekutif perusahaan lain, memang hanya di forum CEO Talk Sinar Mas itu bisa terjadi.

 

Bersama Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja. Untuk bisnis properti, Prijono mengatakan pihaknya lah yang harus belajar dari Sinar Mas.






Jaka Anindita
Pemimpin Redaksi




Previous Post

Pesan Optimisme di tahun 2017

Next Post

Mendekati, Mengenali dan Memahami Media Sosial di SM Go Viral




More Story

Pesan Optimisme di tahun 2017

Pakar hukum dan Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2011, Mohammad Mahfud M.D. mengingatkan agar optimisme tetap dipelihara saat...

May 2, 2017