Breaking

Mendekati, Mengenali dan Memahami Media Sosial di SM Go Viral

Peristiwa / Top News / May 2, 2017

Kalau dulu pemanfaatan media sosial (medsos) lebih banyak untuk pengkinian status ataupun sekadar berbagi informasi kegiatan individu, kini penggunaanya merasuki pula sektor korporasi Mereka melirik medsos sebagai sarana pengenalan produk, promosi, hingga pembentukan citra perusahaan. Pemanfaatannya bahkan melahirkan pula profesi baru, yakni buzzer, alias individu penyuara agenda atau kepentingan khusus di medsos. Sebutan selebtwit yang maksdunya adalah selebriti di Twitter bermunculan, bukan hanya disandang oleh para artis atau pesohor, tapi juga oleh masyarakat luas, dari beragam latar belakang.

 

Jangan berhenti, jangan menjadi dinosaurus. Managing Director Sinar Mas G.Sulistiyanto di  D-Labs Building (19/10) mengingatkan, “Pelajari, kuasai dan manfatkan sebaik mungkin hal-hal baru disekitar kita.”

 

Mengandalkan pengikut yang banyak, individu seperti mereka mampu menjadi icon ‘pembawa perubahan’. Berkah jika agenda yang mereka suarakan adalah sesuatu yang positif, inspiratif, dan bukan untuk merugikan pihak lain. Sebaliknya, dapat menjadi bencana jika yang mereka lakukan dilatarbelakangi tujuan merugikan. Jika itu dilakukan kepada sektor privat seperti yang sempat dialami beberapa pilar usaha Sinar Mas, butuh pemahaman khusus untuk meresponnya.

Itu sebabnya, Sinar Mas yang sebelumnya banyak bermain di ranah media konvensional dalam memperkenalkan sosok, produk ataupun layanannya merasa sudah saatnya menoleh pula ke medsos. Pastinya dibalik itu, ada banyak hal maupun metode yang terlebih dulu perlu dipahami sebuah korporasi agar mampu mengibarkan benderanya memanfatkan medsos.

Semua itu melatarbelakangi gelaran Sinar Mas Go Viral, untuk berbagi wawasan, pemahaman, kiat, sekaligus mengetahui sejauh mana pilar usaha Sinar Mas memanfaatkan medsos. Berlangsung sebanyak dua episode di The Breeze, BSD City dan D-Labs Building, Jakarta, puluhan peserta dari seluruh pilar usaha saling belajar, berdiskusi berikut melakukan simulasi penanganan krisis dan aktivasi produk melalui media sosial. Beberapa praktisi seperti jurnalis dan selebtiwt Wicaksono yang sohor dengan nama Ndoro Kakung di Twitter land, Chief CEO MediaWave, Yose Rizal, ditemani A Kristia Budiyarto, influencer yang lebih sering disapa Kang Dede,   hadir mendampingi mereka. Melihat semakin banyak pilar bisnis yang kini melengkapi diri dengan unit kerja medsos secara permanen, besar kemungkinan kegiatan ini masih akan berlanjut.

 

Twitter memang hanya 140 karakter, tapi untuk membahasnya dari ujung ke ujung, hingga tuntas, socio journalist, Ndorokakung butuh slide hingga sebanyak 49 halaman.

 

Saat konflik di ranah digital terjadi, dan itu menghadapi konsumen, jangan serta merta berniat untuk bertempur mengalahkannya. Begitu Yose berpesan.

 






Jaka Anindita
Pemimpin Redaksi




Previous Post

Prijono Sugiarto, MEMBERI NILAI TAMBAH

Next Post

GIIAS 2016 Saat Ratusan Mobil Baru Memenuhi ICE BSD




More Story

Prijono Sugiarto, MEMBERI NILAI TAMBAH

Meski mengawali pemaparan dengan mengaku bingung bagaimana caranya berbagi kiat di hadapan orang-orang yang berasal dari...

May 2, 2017