Breaking

Galeri Sinar Mas: Pantang Menyerah

Breaking News / Sekitar Kita / Slider / Top News / April 6, 2022

Dari ruang kerjanya di Sinar Mas Land Plaza Jakarta, Director International Corporate Affairs President Office Sinar Mas, Joice Budisusanto mengenang ide yang melatari hadirnya Galeri Sinar Mas. “Awal mulanya banyak sekali karyawan yang belum mengenal produk Sinar Mas. Misalnya seorang karyawan agri (Sinar Mas Agribusiness and Food) memiliki anak yang menggunakan buku tulis, tapi buatan perusahaan lain, padahal kita memproduksi sendiri buku tulis. Atau bahkan minyak goreng di dapur kita memakai merek milik orang (perusahaan) lain, tisu demikian juga. Sementara sosialisasi di lingkup Sinar Mas juga minim. Karena tak kenal, maka kesetiaan pada brand tidak ada. Tujuan galeri adalah, they know our product, they use our product, dan they love our product.”

Dirinya berpandangan, ada anggapan menyederhanakan upaya pengenalan barang serta jasa ke lingkup internal sehingga malah kerap terlupakan. Akibatnya, kekuatan besar karyawan dari lintas pilar usaha sebagai duta bagi produk lansiran Sinar Mas jadi tak termanfaatkan. Jajaran manajemen berikut keluarga Widjaja menyambut ide membuka ruang pamer sekaligus gerai Sinar Mas, hingga berujung dengan peresmiannya oleh Managing Director Sinar Mas ketika itu, Gandi Sulistiyanto, Kamis, 2 Februari, tigabelas tahun silam. Persis di sudut lower ground Sinar Mas Land Plaza Jakarta, Galeri Sinar Mas hadir.

 

 

Cara kerjanya, pilar bisnis cukup menitip jualkan produk mereka di sana, utamanya yang berbentuk consumer goods atau barang kebutuhan sehari-hari. Sementara produk seperti properti atau keuangan, yang hadir adalah informasi mengenainya, atau katalognya. Dari mana keuntungan datang? Lewat tercapainya tujuan membangun sebuah etalase bagi warga Sinar Mas untuk mengetahui ragam rupa barang dan jasa yang dihasilkan. Keuntungan finansial jelas bukan tujuan, mengingat pembulatan harga ke atas dilakukan galeri secara minimal, agar transaksi berlangsung nyaman dan ringkas, di mana pembeli tak kesulitan menyediakan uang pas. Bagian terbesar dari pendapatan, tentunya dikembalikan ke pilar usaha yang terjual produknya.

Dengan tujuh pilar bisnis utama milik Sinar Mas, sudut yang tersedia baru sanggup menampilkan sebanyak 63 jenis barang kebutuhan sehari-hari serta pangan yang sebagian besar berasal dari Asia Pulp & Paper Sinar Mas dan Sinar Mas Agribusiness and Food. Sejumlah karya para pengusaha mikro kecil dan menengah binaan pilar bisnis seperti Asuransi Sinar Mas, APP Sinar Mas dan Sinar Mas Agri, sedari tahun 2018 juga terlihat dan dijajakan di situ.

 

 

Namun perjalanan selanjutnya tak selalu mudah. Mulai dari tantangan terbatasnya ruang yang dimiliki, pengelola yang kalang kabut membagi waktu dengan tugas rutin mereka, berikut semakin berdayanya teknologi digital, sehingga ruang pamer fisik dinilai tak lagi terlalu menarik, mendera Galeri Sinar Mas. Akibat lanjutannya adalah, komitmen bersama antar pilar bisnis mendukung operasional keseharian lewat pembiayaan secara patungan, mulai goyah.

Padahal, di awal kehadirannya, pilar bisnis memperlihatkan pengharapan tinggi terhadap galeri, termasuk menginginkan agar luasan gerai yang ada langsung diperbesar. “Kami memilih agar galeri lebih dulu dapat berjalan. Jangan kita ingin yang besar, tapi tak lama kemudian tutup sama sekali. Karena bagaimana pengelolaannya secara profesional tentu harus dipikirkan, serta diputuskan bersama,” kenang Joice. Apa yang menjadi pertimbangan para penggagas, sekian tahun kemudian benar adanya.

 

 

Puncaknya, di tahun 2015 mulai terdengar wacana untuk menutup galeri. Yustinus Ivan Setiawan, Corporate Liaison Senior Manager Bank Sinarmas yang menjadi salah satu pengelola mengatakan mereka meresponnya lewat pendekatan ulang ke setiap pilar bisnis, agar niatan penutupan jangan sampai terjadi. “Dukungan datang dari teman-teman. Mereka menganggap harga jual yang kami tetapkan paling murah, karena tak mengambil keuntungan seperti ritel komersial. Satu yang ada dalam benak kami saat itu adalah galeri adalah cermin dan representasi Sinar Mas. Saya kok merasa tidak rela kalau sampai tutup,” kenangnya. Bersama rekan-rekannya dari Internal Communications President Office, bahu membahu mengawal eksistensi galeri. Tidak ramai, keseluruhan, mereka hanya bertiga.

Tanpa mengambil keuntungan seperti tadi disebutnya, Galeri Sinar Mas yang melayani pembeli setiap hari kerja, mulai jam 9 pagi hingga pukul 16 sore, sepanjang periode tahun 2021 silam mencatatkan transaksi senilai lebih dari Rp1,2 miliar. Namun ada nilai yang lebih besar daripada jumlah itu, yakni para karyawan jadi tahu, berikut memilih menggunakan produk Sinar Mas. Seperti yang berlangsung ketika minyak goreng kemasan sempat sulit diperoleh berikut meningkat harganya, membuat dagangan galeri menjadi buruan warga yang berkantor di Sinar Mas Land Plaza.

 

 

Beberapa pekan di bulan Februari sampai Maret, terbentuk antrean pembeli di sudut di lantai dasar Tower II. Lita dan Laras, dwi tunggal yang bertugas di Galeri Sinar Mas, mesti memecah “massa” ke dalam dua gelombang, pagi hari mulai jam 10 hingga 11 untuk berlanjut di siang hari, antara pukul 14 sampai 15. Keduanya dengan kompak merasakan, jika biasanya keramaian terjadi sporadis pada pagi hari, jelang istirahat makan siang, dan kadang terjadi lagi memasuki jam 16 sore harinya. Kali ini, demi mendapatkan minyak goreng, nyaris setiap waktu, pembeli datang. Jika saja barang-barang lansiran Sinar Mas lengkap memenuhi galeri, tentu fungsi sosialisasi terengkuh maksimal.

Memasuki usia ke-13, secara terpisah para pengelolanya senada seirama merasa lokasi yang ada saat ini tetap ideal, namun dengan syarat. “Impian kami, mempunyai lokasi yang layak untuk berjualan, sehingga penjual, barang dan pembeli tak berdesakan. Kami mempertimbangkan pelayanan serta kenyamanan pelanggan,” kata Ivan yang bermula selaku pelanggan, kini keterusan menjadi pengelola, membagi waktu dengan kesibukan hariannya. Sementara Lita yang telah melalui 10 tahun bertugas di galeri menilai lokasi gerai cukup ideal. “Karena berada di jalur pergerakan orang dari Tower 1, 2 dan 3, bersisian juga dengan food court.”

“PO tetap menjadi rohnya, karena perannya yang memang mengayomi seluruh bisnis unit”

Menempati bagian dalam gedung dinilainya akan membuat lalu lintas barang jadi lebih menantang. “Tapi memang perlu diperluas dan diperbarui.” Begitu pula dengan tandem-nya Laras yang mengingatkan Galeri Sinar Mas lebih membutuhkan ruangan untuk penyimpanan barang. “Semakin banyak stok barang membuat tempat yang ada tidak cukup, sehingga sampai saat ini harus meminjam ruangan dari manajemen gedung untuk gudang,” ujarnya. Jauh sebelum beralih rupa sebagai gerai berdinding kaca, di sana berdiri ruangan khusus untuk merokok yang sejak Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara berlaku, tak lagi digunakan. Kini, masuk ke dalamnya memang tak banyak ruang gerak tersedia.

 

 

Joice yang ketika menginisiasi Galeri Sinar Mas menjabat selaku Head of Corporate Communications di President Office, berpandangan bila para pengelola saat ini mesti menggelar sosialisasi secara berkala, menjangkau sekaligus mengetuk hati para pengambil keputusan di lintas pilar. “PO (President Office) tetap menjadi rohnya, karena perannya yang memang mengayomi seluruh bisnis unit. Meng-encourage pilar usaha guna menempatkan produknya di sana, sekaligus mendorong para karyawan untuk berbelanja di situ, melalui cara-cara yang kreatif. Sebagai inisiator, kita yang mesti proaktif.”

Pada satu sisi, dukungan pilar bisnis terlihat mengendur, namun dari sisi lainnya, terlihat keberadaan gerai itu tetap jadi tujuan mereka yang berkantor di sana. Alias potensi yang dimiliki tetap istimewa. Dengan pembenahan, mengalir kembalinya dukungan, Galeri Sinar Mas bakal sanggup bertahan, bahkan berkembang, sebagai etalase bagi Sinar Mas dan beraneka produk yang dimilikinya. Menjadikan niatan Ivan agar galeri bisa berdiri di berbagai lokasi, di mana Sinar Mas hadir, bukan sekadar mimpi.

 

Penulis: Jaka Anindita

Kontributor: Caecario Vito, Stephanie Susanto, Victoria Ariwita, Yulrandro Dave

Fotografer: Noveradika Priananta

Grafis: Dede Ilham F






Jaka Anindita
Pemimpin Redaksi




Previous Post

Menerjemahkan Filosofi Eka Tjipta Lewat Jalur Pendidikan

Next Post

Kartini di Langit Riau





You might also like



1 Comment

on April 7, 2022

Semoga Gallery Sinar Mas selalu menjadi sebuah representatif produk2 dari Sinar Mas yang terus bisa dinikmati oleh Karyawan maupun pihal2 external kita pada saat berkunjung ke Gallery.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


More Story

Menerjemahkan Filosofi Eka Tjipta Lewat Jalur Pendidikan

Menjaga keberlanjutan usaha bermakna adanya harmoni antara praktik bisnis yang mendatangkan keuntungan, dengan sumber daya...

March 22, 2022