Sinar Mas Bentuk Satgas Untuk Perangi Covid-19 di Lingkungan Perkantoran

Sinar Mas terdorong menjalankan protokol kesehatan ketat di lingkungan kerja dengan membentuk satuan tugas (satgas) sejak pemerintah menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional.

Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto mengatakan, satgas ini berperan mengawasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja. Termasuk, lanjutnya, menyosialisasikan pemahaman tentang pandemi dan pencegahannya, hingga mengkoordinasikan intervensi medis bagi karyawan yang terinfeksi di lingkungan kerja.

“Mereka bertugas sampai ke lingkup kerja terkecil di setiap pilar bisnis kami,” ungkapnya dalam diskusi kelompok terpimpin (focus group discussion) bertajuk “Kebijakan Manajemen di Masa Pandemi untuk Mengurangi Penularan Covid-19 di Lingkungan Kerja”, di Jakarta Jumat (11/12/2020).

Sulistiyanto mengatakan, kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan selalu memakai masker dan menjaga jarak adalah vaksin yang dapat diakses saat ini.

“Kami percaya, kebijakan manajemen yang kolaboratif dan menyeluruh, saling memberi contoh, baik di dalam maupun ke luar, akan mampu memerangi penyebaran pandemi,” jelasnya.

Selain itu, penyesuaian waktu serta tempat kerja juga dilakukan berbarengan dengan aktivasi sejumlah perangkat pendukung berbasis digital guna membantu karyawan tetap produktif sekalipun tidak berada di kantornya.

Sulistiyanto menyebut, sejumlah pilar bisnis Sinar Mas jauh lebih maju dibandingkan beberapa pilar lainnya dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Pandemi menjadi kesempatan bagi kami untuk saling belajar dan mempercepat transformasi digital mulai dari performance monitoring, learning and development, recruitment and selection, human resources information system, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, meramu sosialisasi yang tepat menjadi hal penting mengingat Sinar Mas menaungi sekitar 380.000 karyawan yang tersebar pada beragam bidang maupun karakteristik profesi.

Dia menyebut, kampanye dilakukan mulai dari pemasangan berbagai poster di setiap lokasi strategis, penayangan tanpa henti video tematik, hingga pendistribusian buku saku ke seluruh karyawan.

“Kampanye melalui seluruh aset media sosial kami hingga himbauan lisan kami lakukan agar kesadaran pencegahan pandemi menjadi kebiasaan, kemudian menjadi budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sulistiyanto mengatakan, pihaknya bersama perusahaan di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Nasional Indonesia, menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berhasil menggalang bantuan alat kesehatan. Bantuan senilai total Rp 650 miliar berupa masker medis, baju pelindung, alat uji cepat, cairan disinfektan dan ventilator.

Bantuan tersebut disalurkan bagi para tenaga medis dan pusat layanan kesehatan yang dikelola pemerintah, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, hingga 25 provinsi lainnya. Tak ketinggalan, jutaan paket suplemen herbal juga telah didonasikan ke berbagai pihak, dan masih berlangsung hingga kini.

Sulistiyanto mengatakan, hal itu dilakukan karena pihaknya juga bergerak ke luar. Sebab, masyarakat adalah bagian tak terpisahkan dari tumbuh kembang Sinar Mas.

“Sebagaimana peran kami menginisiasi Gerakan Pakai Masker (GPM) menjadi sebuah gerakan nasional lintas pihak dan perusahaan, yang telah mendapatkan restu Presiden Republik Indonesia, dan terus kami sosialisasikan baik di dalam, maupun luar lingkup Sinar Mas,” tuturnya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Sinar Mas (@sinar_masid)

Sumber: Kompas