Lebih Dari Delapan Dekade, Sinar Mas Bersama Untuk Indonesia

Tidak terasa, tahun ini Sinar Mas berusia 83 tahun. Artinya, sudah lebih dari delapan dekade Sinar Mas tumbuh, bergerak, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Tidak hanya menghadirkan beragam inovasi, namun juga menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Karena masih dalam suasana pandemi, perayaan hari jadi Sinar Mas ke-83 akan dilakukan secara sederhana. Namun, dengan jangkauan yang luas, melalui pembahasan yang memperkaya pengetahuan, serta tetap relevan dengan kondisi saat ini.

Dalam menyambut 83 tahun Sinar Mas, “Bersama Untuk Indonesia” didaulat sebagai tema besar. Ragam kegiatan akan diselenggarakan mulai pertengahan September hingga November 2021, mulai dari webinar, twibbon, kompetisi media sosial, hingga konten-konten yang dijamin akan seru.

Ikuti terus informasinya di halaman ini ya!

Sejarah Sinar Mas

Berawal dari tahun 1938, Sinar Mas berawal di kota Makassar. Dari sebuah usaha kecil, kini Sinar Mas telah tumbuh menjadi sebuah perusahaan nasional dengan kurang lebih 380.000 karyawan di seluruh Indonesia dari tujuh pilar usaha yang tersebar di industri kertas dan bubur kertas, agribisnis dan makanan, komunikasi dan teknologi, properti, jasa keuangan, pertambangan dan energi, serta kesehatan.

Berpedoman pada nilai-nilai luhur: integritas, perilaku positif, berkomitmen, perbaikan berkelanjutan, inovatif, dan loyal (setia), Sinar Mas menjalankan praktek bisnis berkelanjutan, di mana perusahaan dan masyarakat beriringan membangun Indonesia, tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan.

Sebagai bukti nyata, Asia Pulp & Paper Sinar Mas sejak 2015 telah menginisiasi Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebuah kemitraan bersama penduduk yang hidup di sekitar konsesi. Perusahaan membimbing masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar sehingga dapat semaksimal mungkin mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasilnya, hingga akhir 2018 lalu, perusahaan berhasil menurunkan angka kebakaran hutan hingga mendekati target zero fire pada periode berjalan.

Tidak hanya itu, DMPA juga memberikan edukasi pada masyarakat untuk mengelola lahan dengan metode agroforestri, yakni bercocok tanam tumpangsari hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, dan perikanan; juga industri kecil-menengah untuk olahan pangan, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga. Sampai tahun 2018, telah terdapat 527 peserta perempuan dari 51 desa yang telah berpartisipasi dalam pelatihan ini. Hingga Juni 2019, APP Sinar Mas melalui program DMPA telah menyalurkan dana Rp 45 miliar ke lebih dari 17.000 kepala keluarga di hampir 300 desa yang tersebar di Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau dan Sumatra Selatan.

Di ranah pendidikan, melalui Eka Tjipta Foundation, telah berdiri ratusan Sekolah Eka Tjipta bagi anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar perkebunan sawit yang dikelola oleh Sinar Mas. Meski berada di pedalaman, sekolah tersebut telah berstandar nasional.