Tjiwi Kimia Raih Penghargaan Primaniyarta Ke-7 Kalinya

Unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) berhasil meraih penghargaan Primaniyarta untuk ke-7 kalinya sejak tahun 2006. Tahun ini, Tjiwi Kimia meraih penghargaan Primaniyarta untuk kategori Produk Berkelanjutan.

Primaniyarta adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada eksportir yang dinilai berprestasi. Penghargaan yang telah diselenggarakan sejak tahun 1992 itu diharapkan dapat berperan sebagai salah satu pendorong bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan prestasinya dalam bidang ekspor.

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi kepada Direktur Utama Tjiwi Kimia Suhendra Wiriadinata di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (21/10/2021) saat pembukaan Trade Expo Indonesia ke-36 tahun 2021.

“Kami menyambut baik penghargaan yang diberikan ini. Hal ini merupakan wujud nyata perusahaan dalam menghasilkan produk berkualitas, dan berkelanjutan, sehingga dapat diterima oleh pasar internasional,” kata Suhendra.

Suhendra menambahkan, perusahaannya turut memastikan rantai pasokan kayu pulp berasal dari hutan tanaman industri. Tjiwi Kimia sudah memastikan para pemasok kayu memiliki sertifikasi pengelolaan hutan lestari serta menggunakan recycled fiber dari waste paper.

“Kami percaya bahwa kertas memegang banyak jawaban terhadap permasalahan-permasalahan kita di masa depan. Selama lebih dari 40 tahun, kami terus berinovasi untuk menawarkan produk kertas, dan kemasan yang berkualitas, serta berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan dunia yang terus berubah,” pungkasnya.

Saat ini, Tjiwi Kimia mencatatkan sekitar 65 persen produk yang dihasilkan telah diekspor ke berbagai negara yang berada di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, Amerika, dan Eropa.

Dikutip dari Bisnis.com, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 menyebutkan bahwa volume ekspor pulp dan kertas meningkat 15,37 persen menjadi 12,46 juta ton.

Sementara itu, berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, ekspor pulp dan kertas pada Januari–Juli 2021 secara nilai naik 16 persen menjadi US$4,2 miliar, dengan volume 6,7 juta ton.

Industri pulp & paper dikenal juga memiliki daya saing yang kuat. Terlihat dari peringkat industri pulp Indonesia ada di peringkat delapan dunia, sedangkan kertas di peringkat enam dunia.