Breaking

Imlek Nasional 2021: Bakti dan Kepedulian dengan Wujud yang Baru

Breaking News / Peristiwa / Slider / February 26, 2021

Memperingati lewat cara yang baru, sembari menggugah kesadaran bersama akan pentingnya mawas diri, peduli serta rela berbagi dengan sesama melatarbelakangi peringatan Imlek Nasional 2021. “Tahun ini, kebersamaan hadir dalam wujud yang berbeda, yakni melalui niat tulus kita memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19,” kata Ketua Panitia Imlek Nasional, G. Sulistiyanto mengawali acara bertemakan Untukmu Negeri, Kami Berbakti dan Peduli yang berlangsung virtual, dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu.

Peringatan secara virtual menurutnya adalah bentuk kepedulian, tak saja bagi diri sendiri, dan orang-orang terdekat, namun juga pada masyarakat luas. “Apresiasi tertinggi kepada masyarakat Tionghoa yang dengan sepenuh hati menjalankan imbauan pemerintah dan ajakan panitia guna memperingati tahun baru dalam nuansa kesederhanaan, menghindari aktivitas publik maupun kerumunan. Di mana doa kita lafazkan dalam hati, ucapan selamat kita sampaikan secara daring, pertemuan kita gelar secara virtual.”

 

Tak lupa mengulas aspek historis peringatan Tahun Baru Imlek.

 

Dimensi Tradisi, Keagamaan dan Budaya

Sulistiyanto menyampaikan, teknologi adalah solusi guna menjadikan peringatan Tahun baru Imlek tetap bermakna, karena semua tadi bermula dari bakti, kepedulian dan kesederhanaan. “Ketika pemimpin Tiongkok di musim semi lebih dari dua ribu tahun silam sebelum masehi, berziarah dan memanjatkan doa kepada leluhur agar kebutuhan pangan rakyatnya terpenuhi, sembari mengajak jajarannya semakin mengayomi rakyat. Apa mereka lakukan, selanjutnya menjadi tradisi ungkapan rasa syukur masyarakat atas keberhasilan panen mereka,” ujarnya dalam peringatan yang turut dihadiri para anggota Dewan Perwakilan Rakyat, pimpinan partai politik, kepala daerah dan sejumlah tokoh masyarakat.

doa kita lafazkan dalam hati, ucapan selamat kita sampaikan secara daring, pertemuan kita gelar secara virtual

Tahun Baru Imlek yang dikenal pula sebagai perayaan musim semi, kemudian berkembang menjadi peringatan keagamaan bagi para pemeluk agama Konghucu serta keyakinan lain yang mempunyai ritual sembahyang saat Tahun Baru Imlek. Kami ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, 2021 masehi.” Ia menambahkan, “Di negeri kita, kegiatan ini bermetamorfosa, dirayakan oleh masyarakat luas, memperkaya khazanah budaya bangsa Indonesia.” Dengan kata lain, memiliki dimensi tradisi, keagamaan dan dan budaya. Sebagaimana tampak pada penghormatan kepada para leluhur, pembagian angpau, atraksi barongsai, hidangan kuliner, hingga gaya busana dan penggunaan warna yang khas, menurutnya telah menjadi milik bersama, menyentuh masyarakat luas, menerobos sekat keyakinan dan agama.

 

Dalam ajang virtual, Presiden Joko Widodo tampil lugas lewat pidatonya.

 

Bakti kepada Sesama

Bentuk kepedulian terhadap sesama, tahun ini berwujud penyaluran bahan pangan, peralatan kesehatan seperti ventilator, alat pelindung diri, peralatan uji cepat, juga masker ke penjuru negeri, semenjak pandemi terjadi, sampai jelang Hari Raya Idul Fitri nanti. Hingga bulan ini, di antaranya lewat inisiatif Pengusaha Peduli NKRI, bantuan tersebut telah menyentuh hingga 358 institusi dan 1.080 rumah sakit serta puskesmas yang tersebar di Jabodetabek dan 26 provinsi di Indonesia.

 

 

Pihaknya menargetkan, kemitraan lintas pihak bersama organisasi masyarakat dan keagamaan Tionghoa, ormas lintas bidang serta keimanan, didukung TNI dan Polri ini dapat menjangkau hingga 1 juta kepala keluarga, dengan masing-masing KK menerima 10kg beras. “Lewat donasi masker, kami berupaya menyalurkan hingga 20 juta masker bagi masyarakat.”

kita harus menunjukkan bukti bahwa permasalahan kesehatan bisa ditangani dengan baik sehingga muncul kepercayaan untuk kebangkitan ekonomi

 

Hadir Olga Lydia menemani dan menghubungkan.

 

Kesehatan dan Perekonomian Tak Terpisahkan

Berbeda dengan peringatan setahun silam yang berlangsung tatap muka, sehingga Presiden Joko Widodo lebih leluasa menyampaikan sambutan secara spontan, mengomentari langsung pengantar Ketua Panita seputar busana yang dikenakan, menyapa para tetamu, sampai menggelar tanya jawab, kini Presiden tampil lebih lugas. Meski Sulistiyanto sempat menyampaikan harapan bila Tahun Kerbau Logam menjadi tahunnya Jokowi, “Karena shio beliau adalah Shio Kerbau. Kami yakin beliau bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju, beserta jajarannya dan juga para tokoh masyarakat sudah melakukan banyak langkah konkret, membawa Indonesia bersatu, bangkit, dan maju.”

 

Doa bersama, lintas iman.

 

Jokowi dalam pengantarnya, terfokus mengajak bangsa Indonesia bekerja sama, mengambil karakteristik kerbau yang kuat, berani, teguh dan berdisiplin, guna menghadapi tantangan pandemi berikut pemulihan ekonomi. “Penanganan permasalahan kesehatan dan perekonomian tidak bisa dipisah-pisahkan, tidak bisa dipisahkan. Kita harus menunjukkan bukti bahwa permasalahan kesehatan bisa ditangani dengan baik sehingga muncul kepercayaan untuk kebangkitan ekonomi kita. Kita harus menunjukkan bukti bahwa situasi sosial dan politik tetap stabil, dan daya beli masyarakat terus meningkat. Supply dan demand juga harus dibangkitkan secara bersama-sama dan secara sinergis, dan hal ini, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah,” kata Presiden.

 

Terhubung dari Istana Bogor. Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 

Penulis: Jaka Anindita

Desainer: Dede Ilham F.

Foto: Kompas TV, Panitia Imlek Nasional, Sekretariat Negara

 




Jaka Anindita
Jaka Anindita
Pemimpin Redaksi





You might also like



0 Comment


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *