Desa Makmur Peduli Api: Sinergi Masyarakat Sekitar Hutan Dengan APP Sinar Mas

Sinar Mas menyadari pengelolaan hutan yang lestari seyogyanya berdampingan dengan masyarakat di sekitar wilayah konsesi. Sebagai bentuk praktek pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar hutan, Asia Pulp and Paper Sinar Mas menginisasi berdirinya Desa Makmur Peduli Api (DMPA) pada tahun 2015. DMPA dibentuk untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat desa di sekitar hutan.

Di sana, warga desa dan kelompok desa mendapatkan pelatihan, fasilitas, dan peralatan pencegahan kebakaran hutan. Tidak hanya itu, APP Sinar Mas juga mengajarkan metode pertanian organik dan ekologis dalam budidaya tanaman sayur, dan peternakan. Metode ini memberikan manfaat berkelanjutan, seperti meningkatkan ketahanan pangan, menghemat pengeluaran untuk membeli bahan makanan, memperoleh penghasilan tambahan melalui dari penjualan panen sayuran, dan yang paling penting pembukaan lahan dilakukan tanpa membakar.

Hingga akhir tahun ini, program Desa Makmur Peduli Api telah menjangkau 160 desa (meliputi 8.605 kepala keluarga) dengan nilai bantuan program sebesar Rp 28,07 Milyar. Para petani binaan yang ikut serta dalam program DMPA kini mengelola 14.645 unggas, 895.161 ikan, 1.926 kambing, 415 sapi, dan 50 babi. APP Sinar Mas menargetkan pada tahun 2020 dapat membentuk 500 desa yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, dan Jambi.

Di usianya yang baru 3 tahun, DMPA telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dari dalam dan luar negeri, seperti Program Kampung Iklim Utama tahun 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Certificate of Vietnam Environment Administration (VEA) dari Eco-Products International Fair (EPIF) 2017. Petani binaan DMPA, Suryono, bahkan menjadi satu-satunya petani Indonesia yang menjadi pembicara dalam KTT PBB Perubahan Iklim (COP-22) di Marrakesh, Maroko, pada 7-18 November 2016.